Mentan Dongkrak Produksi Empat Produk Unggulan Sulbar

  • Whatsapp
Mentan Dongkrak Produksi Empat Produk Unggulan Sulbar

sulbarexpress.fajar.co.id, TOBADAK – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mendorong pemerintah daerah fokus menggarap produk unggulan mereka.

Saat berkunjung ke Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Kamis 27 April, Amran melihat ada empat produk unggulan di daerah pemekaran Sulawesi Selatan itu. Keempatnya adalah kakao, jagung, kelapa sawit dan sapi.

Bacaan Lainnya

Sebagai daerah pemekaran, Sulbar menurutnya memiliki potensi di sektor agro industri. Selain penghasil kakao, Amran menginginkan adanya kombinasi antara komoditas jagung dengan kelapa sawit.

“Ini harus didorong. Saya melihat potensi jagung yang selama ini tidak tergarap, ada sawit di sini, bisa kami integrasikan sawit dengan jagung, insyaallah kita dorong di sini,” ujar Amran.

Sementara untuk tanaman padi, minimal provinsi yang terdiri dari enam kabupaten itu bisa swasembada untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri.

Di Sulbar, Amran melakukan panen jagung di Desa Tobadak Satu, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah, bersama Bupatinya Aras Tammauni, Ketua DPRD Arsal Aras, dan pejabat daerah lainnya.

Lahan untuk Petani

Saat melaksanakan kunjungan kerja di Sulawesi Barat, Menteri Amran Sulaiman menyeru seluruh pengusaha sawit agar memberikan 20 persen dari total lahannya kepada petani.

“Masyarakat petani ini kekuatan kita. Kalau mereka kehidupannya sulit, kita juga sulit,” katanya.

Menurut dia, 20 persen lahan yang diberikan kepada masyarakat sekitar (petani plasma) akan meningkatkan kesejahteraan.

Seruan itu, sebagaimana disampaikan Menteri Amran, juga merupakan perintah Presiden Joko Widodo.

“Jadi, kalau mereka di situ ikut berplasma…bekerja, tentu memprotek tempat kerjanya. Nah, justru petani-petani ini melindungi perusahaan itu. Jangan nanti terjadi masalah lagi, baru kita diskusikan lagi,” katanya.

Untuk ini, Menteri Pertanian sudah mengarahkan Dirjen Perkebunan merundingkannya dengan para pengusaha sawit. Rapat pun sudah dilakukan beberapa kali. Meski belum sepenuhnya terlaksana, “pada prinsipnya tak ada masalah,” ujarnya.

Dalam rangkaian kunjungan lapangannya beberapa hari di Sulawesi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sempat bermalam di mess Perkebunan Sawit Burau Luwu Timur (PTPN XIV), Sulawesi Selatan, 25 April 2017.

“Tadi malam kami koordinasi dengan Sekjen dan Dirjen Perkebunan,” katanya, Rabu, 26 April pagi saat meninjau Perkebunan Sawit Burau.

Agar semua perusahaan sawit menyerahan 20 persen dari total lahannya kepada petani plasma, “kami minta Dirjen Perkebunan menindaklanjuti ke bawah,” demikian Amran. (jpnn/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *