Dari Sensus Ekonomi 2016, Aktivitas Ekonomi Mengalami Peningkatan

  • Whatsapp
Dari Sensus Ekonomi 2016, Aktivitas Ekonomi Mengalami Peningkatan

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Kekuatan ekonomi Sulawesi Barat menunjukan perkembangan cukup menggembirakan. Dari hasil sensus ekonomi 2016, tergambar peningkatan jumlah usaha hingga 59,28 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar Suntono menjelaskan adanya peningkatan jumlah usaha dari tahun 2006 hingga 2016 sebanyak 51.516 usaha atau 59,28 persen. Tahun 2016 jumlah usaha tercatat sebanyak 138.419 usaha, sementara pada tahun 2006 jumlah usaha tercatat sebanyak 86.903 usaha.

Bacaan Lainnya

“Perkembangan jumlah penduduk dan tumbuhnya usaha modern seperti bisnis online di Sulbar turut memberikan andil pada peningkatan aktivitas ekonomi Sulbar,” terang Suntono.

Disisi lain, penguatan sendi perekonomian Sulbar juga tidak terlepas dari menguatnya perekonomian pada berbagai aktivitas yang mulai menunjukan perkembangan cukup pesat. Pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, pengadaan listrik dan gas, informasi dan komunikasi, kontruksi, dan jasa pendidikan adalah kategori usaha yang belakangan ini menjadi penguat keberlangsungan pertumbuhan ekonomi Sulbar.

Capaian pertumbuhan ekonomi tersebut cukup tinggi dan rata-rata di atas pertumbuhan ekonomi total yang mencapai 7,69 persen pada periode 2010-2016.

“Hal ini merupakan sebuah prestasi yang cukup menggembirakan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Suntono.

Dari Sensus Ekonomi 2016, Aktivitas Ekonomi Mengalami Peningkatan
Infografis

Jumlah Usaha Tertinggi

BPS Sulawesi Barat melaunching Sensus Ekonomi 2016 yang sudah dilakukan dengan memotret sebanyak 138,42 ribu usaha atau perusahaan non pertanian, di d’Maleo Hotel & Convention Mamuju, Rabu 24 Mei.

Dalam launching sensus ekonomi 2016 tersebut dihadiri pemerintah provinsi, Kepala KPw BI Sulbar, pemerintah kabupaten, perguruan tinggi dan para tamu undangan lainnya.

Suntono mengatakan bahwa sensus ekonomi 2016 yang didata hanya hasil pendaftar usaha atau perusahaan non pertanian, karena sensus usaha pertanian sudah dilakukan pada tahun 2013.

“Dari sensus ekonomi 2016 di Sulbar sudah kita laksanakan dan hari ini kita sudah launching, kita integrasikan dengan sosialisasi baik hasil yang kita capai, karena sensus ekonomi masih ada lanjutannya pada bulan Agustus dan September 2017 mendatang,” kata Suntono.

“Dari sensus ekonomi memotret sebanyak 138,42 ribu usaha dengan jumlah tenaga kerja kurang lebih 291.278 orang,” imbuh Suntono.

Ia juga menambahkan bahwa pendataan dilakukan yang dikelompokan dalam 13 kategori lapangan usaha dengan klasifikasi Buku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2015, meningkat 59,23 persen dibandingkan dengan sensus ekonomi 2006 lalu.

“Kalau kita lihat secara skala dari hasil SE2016 itu maka 99 persen lebih itu masuk kategori Usaha Micro Kecil (UMK) hanya 0,64 persen itu masuk kategori Usaha Menengah Besar (UMB),” tuturnya.

“Sebenarnya terakhir kita potret sensus ekonomi pada tahun 2006 yang lalu dan kita potret lagi di tahun 2016 dalam kurung 10 tahun itu ada penambahan usaha sekitar 56,22 persen dimana peningkatan usahanya luar biasa,” beber Suntono.

Selain itu, Suntono juga membeberkan bahwa dari pendataan yang dilakukan di enam kabupaten di Sulbar, Polman meningkat ataupun lebih besar yang mencapai 39,59 persen. “Dari sensus ekonomo 2016 yang kita lakukan ini Polman paling tinggi usahanya kemudian menyusul Mamuju dan Majene. Untuk yang terkecil ada di Mamasa,” tambahnya.

“Nah, sensus ekonomi mendatang akan lebih mendalam lagi pertanyaan yang akan kita data. Ini kan hanya di data yang mendaftar saja, jadi nanti kita kembangkan lagi terkait struktur usahanya, peluang usahanya, ekspetasi usahanya apa, hambatan usahanya apa dan apakah akses perbankan mudah atau tidak,” ungkap Suntono.

BPS Sulbar juga mendata tenaga kerja yang bekerja dengan jumlah usaha atau perusahaan yang ada disetiap kabupaten. “Banyak didominasi oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran sebanyak 121,25 ribu tenaga kerja atau 41,63 persen dari seluruh tenaga kerja sektor non pertanian di Sulbar,” paparnya.

“Tenaga kerja antar kabupaten di Sulbar sejalan dengan sebaran jumlah usaha berada di Polman dengan mencapai 99,01 ribu orang atau sebesar 33,99 persen. Kemudian diikuti oleh Kabupaten Mamuju sebesar 20,23 persen dan Majene jumlah tenaga kerja sebesar 44,56 ribu atau sekitar 15,30 persen,” tandasnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *