Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Capai 8 Persen

  • Whatsapp
Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Capai 8 Persen

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Diseminasi kajian ekonomi dan keuanganregional yang dilaksanakan tiga lembaga diantaranya Bank IndonesiaKPw Sulawesi Barat, Direktorat Jenderal Perbendaharaan KementerianKeuangan RI (DJBPN) Sulbar dan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbarmelaksanakan kajian perkembangan ekonomi Sulbar pada tahun 2017 diGedung DJBPN Sulbar, Senin 22 Mei.

Dalam kajian ekonomi dan keuangan regional tersebut dilibatkan pulapara lembaga pemerintahan baik dari Pemerintah Provinsi Sulbar maupun di enam kabupaten yang ada di Sulbar dengan mengangkat tema “Meningkatkan Akselerasi Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi yang Berdaya Saing untuk kemakmuran Kesejahteraan Masyarakat dan Pemerataandi Sulawesi Barat”.

Bacaan Lainnya

Kepala BI KPw Sulbar, Dadal Angkoro, mengatakan bahwa melalui kajianekonomi dan keuangan regional, BI KPw Sulbar optimis pertumbuhan ekonomi Sulbar bisa lebih baik lagi dari sebelumnya yang hanyamencapai 6,03.

“Saya melihat pertumbuhan ekonomi Sulbar pada tahun 2017 optimis apa yang sudah kita perkirakan mudah-mudahan akan tercapai dan tahun ini lebih baik dari apa yang kita capai tahun lalu,” kata Dadal.

“Untuk tahun ini kita optimis bisa mencapai diangka 8 persenpertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional. Tentunya perlu dukungandari semua pihak dan semua pihak bisa menjalankan tanggungjawab maupuntugas pokoknya masing-masing,” ucap Dadal.

Ia juga menambahkan bahwa perbankan akan menjalankan fungsinyasebagaimana mestinya dibawah kontrol BI.
“Perbankan akan menjalankan fungsinya sebagai intermediasi yang pada gilirannya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi seperti penyaluran kredit yang saat ini cukup tinggi dan bagus yang pertumbuhannya 19 persen tahun ini,” paparnya.

Di tempat sama, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara ProvinsiSulbar, Saiful Islam, menyampaikan bahwa dalam fungsinya DJBPN sepertipenyaluran KUR selama ini berjalan dengan baik.

“Jadi untuk skema KUR itu ada prasarat yang harus dilakukan debiternya itu sudah terdata termasuk dalam informasi debit program yang dilakukan oleh pemda,”tuturnya.

“Jadi saran saya daerah yang masih minim jumlah debiternya mari kitasama-sama untuk mendata mereka dan memasukan dalam sistem sehinggapara perbankan bisa mengetahui mereka potensial untuk diberikan pinjaman,” harap Saiful.

Sedangkan, Kepala Badan Pusat Statistik Sulbar, Suntono, menyampaikan bahwa peran BPS dalam pertumbuhan ekonomi hanya dalam kapasitas memotret kondisi pertumbuhan ekonomi.

“Kita hanya memotret kondisi ekomomi ataupun kondisi sosial masyarakat Sulbar. Jadi kita hanya dalam kapasitas memotret dan diserahkan kepada pemerintah,” jelasnya.

“Kalau dilihat memang dari tahun ke tahun pada triwulan pertama memangmengalami penurunan pertumbuhan ekonomi itu terjadi karena ekonomi itudigerakan sebagian besar anggaran pemerintah baik APBD maupun APBN,”ungkap Suntono.

Lanjutnya, pertumbuhan ekonomi ditargetkan menacapai 8 sampai 10persen tentu bisa dicapai jika pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten mampu menjaga dan meningkatkan pendapatan daerah.

“Peran pemerintah maupun seluruh lembaga instansi lainnya untuk turutterlibat dalam mengendalikan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga bisa ditingkatkan,” imbuhnya.

“Komitmen kita baik BPS, BI Sulbar, dan DJBPN untuk memberikan satupemahaman data kepada pemerintah, sehingga kita laksanakan kegiatankajian seperti ini dan semoga ini akan terus berkelanjutan kedepannya,” tandasnya.
(hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *