Virus Ransomware Bikin Panik RSUD Polewali

  • Whatsapp
Virus Ransomware Bikin Panik RSUD Polewali

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI– Serangan virus ransomware wannacry menggegerkan dunia termasuk Indonesia. Virus ini juga membuat panik sejumlah instansi di daerah, salah satunya RSUD Polewali yang langsung memerintahkan kepada petugas IT rumah sakit untuk memutus seluruh sambungan internet yang terkoneksi dengan sistem komputer rumah sakit rujukan itu.

Kepala bagian tata usaha RSUD Polewali Andi Hizbullah mengatakan serangan virus itu telah menyerang beberapa rumah sakit di Jakarta seperti RS Harapan Kita dan RS Dharmais. Akibatnya seluruh data rumah sakit langsung tidak dapat diakses dan terbaca karena dienkripsi oleh virus.

Bacaan Lainnya

“Kemarin setelah kami mengetahui adanya serangan itu, kami langsung minta bagian IT rumah sakit untuk memutus seluruh jaringan internet di komputer agar tidak berdampak,” jelasnya.

Hizbullah menjelaskan, beberapa data rumah sakit yang perlu dilindungi seperti data rekam medik pasien. Karena data ini penting untuk memudahkan pencarian file pasien yang begitu banyak tersimpan dan disusun berdasarkan nomor dan nama pasien.

Data rekam medik tersebut kata dia sudah diatur sedemikian mudah dalam sistem komputer, sehingga akan memudahkan pencarian file saat dibutuhkan.

“Pasien yang terdata filenya akan tersimpan, pada saat akan datang berobat kembali, kami akan mudah mencari rekam medik bila dibutuhkan,” bebernya.

Kata Hizbullah, RSUD Polewali masih lebih banyak menggunakan sistem manual dalam pelayanannya. Itu disebabkan jaringan internet yang diterima di tempat itu rentan bermasalah. Ia menyebut jaringan sistem online yang berjalan pada rumah sakit baru pada pelayanan loket antrian dan CCTV pada ruang serta halaman tertentu saja.

“Alhamdulillah di Polewali belum ada terkena dampaknya dari virus itu. Jaringan internet yang kami pakai juga memang lebih banyak manual dikarenakan jaringan kami sering bermasalah. Beda kalau di Jakarta rata-rata instansi mengandalkan jaringan internet dalam pelayanan,” ujarnya.

Akibat dari virus ini, selain rumah sakit, kantor Samsat Mamuju disebut juga terimbas. Bahkan disebutkan kalau pelaku kejahatan ini meminta tebusan hingga 300 dolar.

Namun ketakutan akan virus itu tidak lantas menghambat pelayanan apalagi hingga harus memutuskan sistem layanan jaringan online. Hizbullah menjelaskan akan terus meningkatkan pelayanan berbasis online di rumah sakit. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi SIMRS GOS dari Kementerian Kesehatan.

“Sebenarnya ada aplikasi SIMRS GOS dari Kementerian Kesehatan, tapi jaringan kita selalu bermasalah sehingga secara otomatis aplikasi itu tidak dapat terlaksana. Karena sistem itu akan mengkoneksikan seluruh bagian pelayanan yang ada di rumah sakit,” sebutnya.

Ia juga telah mengupayakan perbaikan jaringan internet bekerjasama dengan PT Telkom. “Direktur bersama Asisten I sudah bermohon ke Telkom Makassar untuk perbaikan jaringan internet rumah sakit,” tandas Hizbullah. (ali/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *