Dugaan Bau Busuk Dari Pabrik PT Tascano, Tokoh Masyarakat Kalola Angkat Bicara

  • Whatsapp
Dugaan Bau Busuk Dari Pabrik PT Tascano, Tokoh Masyarakat Kalola Angkat Bicara

sulbarexpress.fajar.co.id, PASANGKAYU – Merebaknya isu tentang bau busuk yang diduga berasal dari pabrik produksi perusaaan sawit PT. Tascano Indah Pratama, bertempat di Desa Kalola, Kecamatan Bambalamotu hingga saat ini belum tuntas.

Atas kondisi ini, salah satu tokoh muda masyarakat di Desa Kalola, Budiansyah mengatakan isu bau busuk yang diduga menganggu aktivitas masyarakat seminggu belakangan ini belum bisa dikatakan sepenuhnya salah perusahaan. Selama belum ada pembenaran dari pihak yang membidangi persoalan itu sendiri.

“Kami masyarakat hanya takut, jika isu itu adalah persaingan bisnis antara mereka perusahaan sawit, dimana berdampak buruk bagi masyarakat. Saat ini kami belum bisa menyalakan perusahaan. sebelum ada bukti yang otentik, misalnya dari Dinas Lingkungan Hidup yang kita
tau membidangi hal ini,” ungkap Budiansyah.

Ia menyakini, bahwa perusahaan hingga saat ini, sangat membantu masyarakat, khususnya masyarakat Kalola. Apalagi masyarakat petani sawit dimana diketahui tidak lagi membawa buah sawit ke pabrik yang yang jauh dengan harga sawit yang sama.

Tidak hanya itu, bagi masyarakat non petani, yang mempunyai tanah perumahan saat ini bisa menjual dengan harga mahal, sejak hadirnya perusahaan pabrik sawit di Kalola.

“Saya tegaskan, saya tidak berpihak kemana-mana, saya hanya ingin melihat Desa Kalola seperti desa lainnya yang ada di Matra bisa menjadi desa mandiri yang baik perekonomiannya. Saya sepaham dengan sambutan Bupati Agus Ambo Djiwa beberapa hari yang lalu saat berkunjung. Bupati meyakini, jika kehadiran perusahaan di Desa Kalola akan memberikan perekonomian yang baik,” Uurai Budi.

Budi berharap, kepada masyarakat agar tidak terprofokasi dari luar tentang masalah-masalah sekecil ini. Justru dia mengajak melakukan apa yang harus dilakukan untuk ketentraman hidup berdampingan sehingga kondisi desa bisa aman dengan kehadiran perusahaan.

“Saya tegaskan sekali lagi, jika saya tidak berpihak kemana-mana, hanya karena sampai saat ini belum juga terbukti jika perusahaan melakukan pelanggaran dengan mengelurakan bau yang bisa mengakibatkan infeksi pernapasan atau sejenisnya di masyarakat,” kata Budi.

Saat dikorfirmasi via seluler, Anggota DPRD Matra, Saifuddin A Baso juga berharap, selama belum ada kepastian jika pihak perusahaan melanggar Amdal yang dimasksud adanya bau busuk ke tengah masyarakat. Masyarakat diminta menunggu, apalagi lembaga wakil rakyat juga sudah turun ke lapangan melakukan kroscek, setelah itu juga akan di lakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan instansi terkait masalah Amdal.

“Insyaallah, akan ada jawabannya, masyarakat jangan paniklah, dalam waktu secepatnya,
kami akan pastikan, dugaan bau busuk itu berasal darimana dan apa berbahaya bagi masyarakar, nanti pasti akan diketahui,” singkatnya. (ndi/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *