Halal Bihalal PBNU Sulbar, Hadirkan Imam Besar Masjid Istiqlal

  • Whatsapp
Halal Bihalal PBNU Sulbar, Hadirkan Imam Besar Masjid Istiqlal

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI – Keluarga besar pengurus Nadhlatul Ulama (NU) wilayah Sulbar menggelar silaturahmi kebangsaan dan halal bi halal dengan tema meneguhkan nilai-nilai keagamaan dan kebhinekaan dalam bingkai NKRI, di gedung Gadis, Polewali, Rabu 26 Juli.

Halal bi halal ini dihadiri ulama besar NU sekaligus imam besar masjid Istiqlal Jakarta Prof KH Nasaruddin Umar, juga dihadiri Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar, Wakapolda Sulbar Kombes Tajuddin dan Asisten III Provinsi Sulbar Djamilah.

Dalam ceramahnya, Nasaruddin mengatakan halal bi halal adalah memerdekakan manusia dari segala dosa dan kesalahan yang dilakukan, baik terhadap Allah SWT maupun terhadap sesamanya manusia. Begitupun juga dengan silaturahmi yang bermakna positif dan mencintai sesama.

Kaitannya dengan itu, menurut Nasaruddin, hendaknya umat Islam mampu menjadi pelindung bagi kaum yang minoritas bukan menebar kebencian.

“Alquran itu bila semua surah-nya dipadatkan, maka akan bermuara pada sifat Allah, Rahman dan Rahim atau ayat pertama dari surah Al fatiha (bismilahirrahmanirrahim). Jadi kalau ada yang menggelorakan kebencian, maka itu pasti bukan dari ajaran Alquran, terus silaturahmi tidak hanya untuk orang hidup tetapi bisa dilakukan bagi orang yang telah meninggal, misalnya dengan cara menziarahi kuburannya dan mendoakannya,” jelasnya.

Kata dia Islam adalah agama damai yang menolak kekerasan. Mereka yang menghendaki kekerasan namun mengaku berislam maka kontradiktif dengan ajaran Islam sendiri.

Karenanya, silaturahmi tidak boleh dibatasi sesama warga NU saja tetapi semua manusia bahkan semua makhluk wajib bersilaturahmi. Bahkan ia juga mengatakan organisasi yang gampang mengkafirkan orang patut diwaspadai sebagai pelaku teror.

“Kalau ada ormas yang gampang mengkafirkan orang, maka dua jengkal lagi menjadi teroris itu,” katanya.

Nasaruddin juga berpesan kepada para orang tua agar mengajarkan anak-anaknya untuk bisa mendoakan para orang tuanya kelak.

“Jangan hanya bisa melahirkan anak biologis, tapi tidak bisa menjadikan anak yang spiritual,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Polman Andi Ibrahim saat dikonfirmasi merasa senang dengan kehadiran imam besar mesjid Istiqlal Jakarta, sebab semakin banyak tokoh-tokoh ulama yang datang ke Polman berarti ada sesuatu yang baik di Polman.

“Iya pastilah saya senang dengan kedatangan beliau (Nasaruddin Umar, red) ke Polman, tentu akan lebih menambah pengetahuan saya dalam menghadapi isu-isu agama di Polman,” tandas Bupati. (ali/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *