Harga Garam Belum Bisa Dikontrol

  • Whatsapp
Harga Garam Belum Bisa Dikontrol

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Isu nasional kenaikan harga garam juga terjadi di Sulbar. Bahkan pada sejumlah pasar, harga salah satu kebutuhan dapur ini makin sulit terkendali.

Seperti yang terjadi Pasar Regional Mamuju, harga garam meja yang biasanya Rp5 ribu per bungkus, kini naik menjadi Rp8 ribu. Hal serupa juga terjadi di Pasar Sentral Mamuju. Bahkan kenaikan lebih besar terjadi Pasar Tradisional Campalagian, Kabupaten Polman, di sana peningkatan harga mencapai seratus persen.

Bacaan Lainnya

Salah seorang pedangang Pasar Regional Mamuju, Dahlia mengatakan bahwa kenaikan harga garam mulai terjadi empat hari terakhir. Penyebabnya karena pasokan yang kurang.

“Harga kami naikkan karena para distributor juga menaikkan harga garam. Alasan mereka kenaikan tersebut karena pasokan dari pertani garam sangat kurang,” kata Dahlia.

PPNS Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Sulbar, Mawardi Dadjwi membenarkan adanya kenaikan harga garam di Sulbar. Dia mengatakan kejadian hampir berlaku secara nasional dan sementara dalam penyidikan apa yang menjadi penyebabnya.

“Kita duga awalnya peningkatan harga garam ini karena permainan para spekulan,” tuturnya.

“Para spekulan membeli membeli garam dari petani dengan jumlah besar, sehingga terjadi kelangkaan. Hal ini sontak membuat para konsumen panik sehingga mereka juga membeli garam lebih dari biasanya sehingga para pedagang juga menaikkan harga karena permintaan meningkat dan stok berkurang,” ujar Mawardi.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sementara sedang melakukan koordinasi dengan Dinas Perdagangan di setiap kabupaten. “Kita saat ini sementara mengumpulkan data-data dan secara serentak akan dilakukan penyidakan dan operasi pasar untuk menstabilkan harga,” tambahnya.

“Di Sulbar belum ada produsen garam besar, sehingga masih bergantung dari Sulsel, utamanya Jeneponto dan Pangkep. Jadi kami akan berkoordinasi dengan daerah yang menjadi penghasil garam untuk melakukan pempelian,” ungkap Mawardi.

Ketua Komisi IV DPRD Sulbar, Arman Salimin menyatakan pihak instansi terkait harus segera melakukan tindakan atas tingginya harga garam di Sulbar. “Jika dibiarkan harga akan semakin meningkat dan membuat masyarakat semakin tercekik. Kita berharap Dinas Perdagangan segera melakukan sidak ke para distribotur atau melakukan operasi pasar,” terangnya.

“Biasanya jika ada komoditi yang naik dengan derasti, itu disebabkan adanya permainan para pengusaha besar. Selain itu instansi terkait harus juga mendorong masyarakat untuk menjadi petani garam, agar Sulbar bisa mandiri yang lepas dari ketergantungan daerah lain,” tandasnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *