Pelaku Usaha Harus Kooperatif

  • Whatsapp
Pelaku Usaha Harus Kooperatif
Jpeg

sulbarexpress.fajar.co.id, MAJENE – Badan Pusat Statistik (BPS) Majene mengimbau kepada pelaku
usaha agar memiliki data yang akurat sebelum menggelar Sensus Ekonomi lanjutan pada
Agustus mendatang.

“Kami berharap petugas pencacah bisa mendapatkan data yang akurat dan diterima para responden, karena pendataan menjadi tolak ukur bagi fren untuk perencanaan pembangunan selanjutnya,” terang Syihabuddin Kepala BPS Majene, usai menyampaikan
laporan hasil Sensus Ekonomi 2016 kepada Bupati Majene Fahmi Massiara, di Rujab Bupati Majene, Selasa 25 Juli.

Kata dia, sensus ekonomi lanjutan akan melakukan pencacahan pada setiap usaha rumah tangga atau yang biasa di sebut Usaha Mikro Kecil (UMK) dan jenis Usaha Menengah Besar (UMB).

“Jenis UMK yang akan di data pada 2017 sebanyak 1581 unit, sedangkan pada 2016 sebanyak 19.757 UMK. Kemudian jenis UMB yang akan dicacah pada 2017 sebanyak 77 unit, sedangkan pada 2016 sebanyak 108 UMK,” jelasnya.

Syihabuddin menuturkan, petugas pencacah terdapat 29 orang yang menyebar di wilayah Majene.”Petugas pencacah ini sudah memiliki pengalaman pada tahun sebelumnya dan tetap dalam pengawasan petugas BPS Majene,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Majene Fahmi Massiara berharap, setiap petugas sensus di lapangan terus bekordinasi dengan pemerintah tingkat bawah sehingga masyarakat dapat menerima dengan baik.”Sensus ekomomi sangan penting, karena kita dapat lebih mengetahui perkembangan masyarakat,” kata Fahmi.

Sementara itu, Kepala Seksi Distribusi BPS Majene Sri Hartati menyebut, sensus ekonomi akan menyisir dan merinci lebih detail jenis usaha masyarakat.

“Kebenaran data dari responden adalah faktor penentu dalam akurasi hasil sensus. Jika data awal tidak benar, maka akurasi bisa terganggu. Makanya kita berharap
kepada pelaku usaha harus kooperatif kepada petugas supaya data akurat,” paparnya.

Ia menambahkan, kegiatan sensus ekonomi lanjutan, dilaksanakan untuk mendapatkan informasi potret utuh perekonomian bangsa, sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional maupun regional.

“Intinya, pelaku usaha diminta terbuka dan kooperatif dalam program sensus ekonomi 2017, karena validitas data dari survei akan dijadikan acuan utama kebijakan ekonomi, baik bagi pemerintah maupun investor dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat itu sendiri,” tutup Sri Hartati.(hfd/smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *