Pemprov Ingin Bangun Dua Bandara Baru

  • Whatsapp
Pemprov Ingin Bangun Dua Bandara Baru

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Geliat pembangunan ekonomi Sulbar terus menunjukan tren positif. Kondisi ini ditopang dengan akses transportasi yang semakin lancar.

Meski demikian, Pemprov Sulbar mengaku akan terus bekerja keras agar progres pembangunan ekonomi bisa terus meroket. Upaya ini akan direalisasikan dengan menyediakan sarana transportasi yang handal.

Bacaan Lainnya

Wakil Gubernur Sulbar Enny Angraeni Anwar mengatakan, untuk mendorong sarana transportasi handal, dipandang perlu membangun dua bandara baru. Kedua bandara tersebut rencananya akan dibangun di Polman dan Matra.

“Kita sudah memiliki dua bandara, yakni Tampa Padang dan Sumarorong. Saat ini bandara Tampa Padang sementara penambahan luas area, selain itu untuk Sumarorong juga perlu dibenahi untuk mendorong sektor pariwisata di Mamasa sebagai daerah destinasi wisata Sulbar,” ucap Enny.

“Kita mengusulkan agar Kemehub memberi apresiasi untuk penambahan dua bandara baru yang direncanakan tahun 2018. Yaitu bandara di Polewali Mandar (Polman) dan di Mamuju Utara (Matra),” tambahnya.

Selain, sambung Enny, pengembangan transportasi laut juga tetap menjadi perhatian Pemprov Sulbar. Dengan mengusulkan pengadaan satu unit crane kapasitas 45 ton, pengadaan satu unit reach stacker kapasitas 45 ton, perluasan container yard seluas 10.000 meter, dan pembangunan pelabuhan laut di Kepulauan Balabalakang. Serta melanjutkan perancangan tol laut di Belang-belang.

Usulan lainnya, pada transportasi darat, dapat menyelesaikan program rehab terminal tipe A di Mamuju, Pasangkayu dan di Polman. “Dengan usulan itu, diharapkan dapat mendorong perekonomian yang efisien dan efektif,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Irjen Kemenhub Wahju Satrio Utomo mengaku, sangat penting membantu pemerintah daerah untuk mendorong konektivitas traasportasi baik darat, laut dan udara.
“Seperti tol laut itu secepatnya akan kita dorong. Namun yang perlu diselesaikan dulu masalah saat ini barang yang masuk di pelabuhan belang sudah ada, tetapi barang yang akan diangkut keluar belum ada,” tuturnya.

“Kita juga berharap agar permasalahan lahan tampa padang bisa diselesaikan dengan pendekatan kepada warga yang masih mempertahankan harga lahan. Begitu juga di bandara Sumarorong, Mamasa. Perlu dilakukan kajian ulang, karena bandara tersebut tidak mengundang peminat lantaran pesawat terakses berukuran kecil dan berisiko. Terkait potensi Mamasa. Pemdalah yang harus bisa meyakinkan pemerintah pusat terkait potensi di sana,” ungkap Wahju Satrio.

Sementara Kadis Perhubungan Sulbar Khaeruddin Anas menjelaskan, untuk semua sektor transportasi akan secepatnya diselesaikan. “Seperti bandara Tampa Padang, pusat telah menyiapkan anggaran untuk menyelesaikan tahap pembebesan lahan serta pengerjaan perluasan landasan,” bebernya.

“Hitungan kami, uintuk pembebasan lahan diperkirakan memakai tujuh miliar. Selebihnya untuk pengembangan terminalnya. Terutama landasannya,” ujar Khaeruddin Anas.

Selain menganggarkan dua bandara, pada tahun 2018 juga bersiap menggarap pembangunan bandara di Polman dan Matra.

“Tahapan untuk bandara memang panjang. Kalau di Matra sudah menyelesaikan visibility study. Sedangkan di Polman sempat melakukan visibility Study, namun tidak fleksibel,” terangnya.

“Makanya kita lakukan peninjauan ulang, dan cocok di tempatkan di perbatasan Pinrang dan Polewali. Tujuannya untuk mengakses wilayah berbatasan sepeti Pinrang, Parepare, dan Sidrap,” tandasnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *