Pengelolaan Sampah Perumahan Dikeluhkan

  • Whatsapp
Pengelolaan Sampah Perumahan Dikeluhkan

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI – Pengelolaan sampah rumah tangga di sejumlah titik perumahan di Polman menjadi sorotan. Arfan salah satu warga perumahan Bumi Lantora, Polewali, mengaku membuang sampahnya di sekitar area persawahan dekat rumahnya lantaran tidak adanya kendaraan pengangkut sampah yang datang.

“Terpaksa saya buang sampah di tanah kosong dekat sawah, mau dibuang kemana lagi, tidak ada juga yang datang ambil,” jelasnya.

Begitu juga, Ernawati, warga perumahan Bumi Reskita Permai di Kampung Tangnga Kecamatan Matakali. Menurutnya hampir setiap hari suaminya pergi membuang sampah di lahan kosong samping perkebunan masyarakat setempat.

“Mungkin itu sampah sudah menumpuk di sana, karena setiap buang sampah pasti di sana,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah setempat memperhatikan pengelolaan sampah khususnya di area perumahan, agar tercipta lingkungan yang sehat, asri, dan nyaman.

“Padahal kami juga mau bayar retribusi sampah kalau pemerintah ingin perhatikan sampah kami,” ungkap Ernawati.

Terpisah, Camat Matakali Mas’ud saat dikonfirmasi via telpon selulernya mengatakan sebelum membangun perumahan pihak developer telah berjanji akan menyiapkan motor pengangkut sampah. Olehnya pihaknya akan menyampaikan persoalan ini kepada developer pada delapan titik perumahan di wilayah Kecamatan Matakali.

“Nanti saya sampaikan seluruh pengembang perumahan di Matakali, karena mereka ini sudah berjanji siapkan motor sampah, supaya mereka ingat janjinya,” tegas Mas’ud, Rabu 5 Juli.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Polman Dayang menjelaskan jika ada komplain dari masyarakat yang dirugikan maka pihak perumahan akan ditegur supaya mematuhi janjinya pada saat ekspose awal.

“Kami akan surati perumahan tersebut, jangan hanya pada saat ekspose ceritanya bagus, harus sesuai master plan yang mereka ajukan, bagaimana kondisi air minumnya apakah sudah ada pipa PDAM-nya, mengenai rekayasa drainase apakah sudah tepat, dan juga sampahnya,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Polman Amiruddin yang berdomisili di Kelurahan Matakali berharap ketegasan pihak kelurahan untuk tidak memberi izin lagi kepada pihak developer yang lalai memperhatikan sampahnya.

“Dulu saya sudah pernah komunikasi dengan pengembang katanya direncanakan seperti itu menyiapkan motor sampah, tapi kalau tidak terealisasi, kelurahan harus pro aktif melihat kondisi lapangan tentu ada hal hal yang perlu diperhatikan, jangan lagi diberi izin pembangunan tahap kedua,” imbuhnya.

Direktur Perumahan Bumi Reskita Permai Leo Nuju saat dimintai keterangan berjanji akan berkoordinasi dengan kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarkim) Polman. Supaya pengelolaan sampah di perumahannya segera tertangani.

“Iya, pekan depan saya ke Polman, menemui Kepala Dinas Tarkim, mengenai persoalan sampah ini,” terangnya. (ali/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *