Peserta AIESEC Kunjungi Ponpes Al Insan

  • Whatsapp
Peserta AIESEC Kunjungi Ponpes Al Insan

sulbarexpress.fajr.co.id, POLEWALI – Bertepatan Hari Anak Nasional, ratusan santri Pesantren DDI AL Insan Kanang, Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, menyambut gembira kedatangan para peserta AIESEC.

Kunjungan pemuda pemudi mancanegara asal delapan negara dari Eropa dan Asia tersebut, spontan membangkitkan semangat pelajar santri pesantren yang selama ini mondok di ponpes berlokasi di tengah pemukiman padat penduduk, di Desa wisata Batetangnga. Penyambutan hangat dengan sajian kreativitas seni budaya religi santri diperlihatkan kepada para turis terpelajar AIESEC Kesehatan.

Santri Ponpes Al Insan Kanang yang mengetahui, AIESEC adalah organisasi internasional untuk para pemuda berpendidikan di universitas mancanegara berkeinginan mengembangkan potensi kepemimpinan mereka. Bahkan santri tidak melewatkan waktu bersosialisasi untuk sharing informasi ataupun bertukar ilmu pengetahuan seputar dunia pendidikan khususnya kesehatan manusia.

“Isu kesehatan menjadi fokus perbincangan kedua belah pihak antara mahasiswa AIESEC dan santri Ponpes Al Insan Kanang,” kata Asis Nota, Pimpinan Ponpes Al Insan Kanang.

Saat gelar sesi diskusi kritis dilakukan kedua belah pihak secara berhadap-hadapan dipandu tenaga pendidik dan panitia Pra-PIFAF. Sejumlah santri secara bergantian menyampaikan keinginan agar kegiatan pertukaran ilmu pengetahuan tidak hanya bidang kesehatan tetapi juga berkelanjutan dalam upaya meningkatkan wawasan pelajar.

“Kita secara langsung berinteraksi dengan pemuda pemudi luar negeri. Para santri pun, antusias menuturkan rasa bahagia bercampur haru sekiranya nantinya mereka dapat bergabung di AIESEC tour ke negara-negara lain tidak hanya di negeri sendiri,” ujar Asis Nota.

“Berfokus pada beberapa isu-isu di dunia seperti kesehatan, pendidikan, budaya, lingkungan, dan kewirausahaan. Kalian juga akan mendapatkan banyak manfaat seperti international networking, personal development, ataupun menjadi representatif dari Indonesia,” ujar Lotte, peserta AIESEC ketika diskusi.

AIESEC merupakan organisasi terbesar di dunia. Organisasi ini fokus pada pengembangan kepemimpinan para pemuda dan menjadi ambassador di luar negeri untuk menjalankan project social.

Kehadiran peserta AIESEC melalui program kesehatan menyosialisasikan kesehatan khususnya pencegahan penyakit gula (diabetes mellitus). Diskusi sehat, berjalan semarak dimana santri yang mengusai bahasa inggris selama mengenyam pendidikan di Ponpes Al Insan berkomunikasi lugas dan cerdas.

“Termasuk penolakan terhadap kekerasan anak disuarakan mereka di momentum hari anak nasional. Senang dan bangga menyelimuti kedatangan pelajar dari delapan negara peserta AIESEC Pra PIFAF,” imbuhnya. (ali/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *