Tanpa Label SNI, Produk Terancam Return

  • Whatsapp

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI – Jajaran Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi (Disperinkop) dan UKM Provinsi Sulbar melakukan pengawasan barang beredar di sejumlah toko mainan anak dan toko pedagang helm di Polewali dan pasar Sentral Pekkabata, Selasa 11 Juli.

Bahtiar HS Kepala Disperinkop dan UKM Sulbar beserta rombongan tampak terlihat menyasar toko mainan anak di jalan Ahmad Yani, Polewali. Saat ditemui Bahtiar HS mengatakan pengawasan barang beredar dilaksanakan sesuai Undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen mengenai produk yang diedarkan wajib menggunakan label standar nasional Indonesia (SNI).

“Pengawasan barang beredar yang harus berlogo SNI untuk pertama kalinya kita laksanakan di Polman, selanjutnya kita ke Mateng dan Matra hingga secara bergiliran mencakup enam kabupaten di Sulbar,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, jika ditemukan barang beredar tanpa logo SNI pihaknya akan memberi teguran awal. Jika teguran tersebut tak diindahkan, maka akan diberikan sanksi return atau dikembalikan kepada distributor penyuplai.

“Kalau kita di Disperinkop dan UKM diberi imbauan dulu, terus dilaporkan, selanjutnya produk tanpa SNI ini kita kembalikan ke distributornya,” kata Bahtiar.

Sementara itu, Najib Ali salah satu staf Disperinkop dan UKM Sulbar menjelaskan barang kebutuhan baik pangan maupun non pangan, bila tidak memenuhi syarat atau SNI akan merugikan masyarakat konsumen.

“Misalnya dari bohlam lampu yang tidak memiliki standar dan diragukan kualitasnya bisa terjadi bahaya kebakaran. Kemudian helm kendaraan roda dua, tidak memiliki SNI dan kualitasnya tidak bagus mudah pecah atau retak tentu membahayakan konsumen,” terangnya.

Ia mengimbau para pedagang supaya tidak menjual barang-barang yang tidak ber-SNI, karena tim pengawasan barang beredar selalu melakukan pengawasan.

”Bagi masyarakat agar berhati-hati dan jangan membeli barang sembarangan. Teliti dahulu labelnya apakah memiliki SNI atau tidak, jangan membeli barang dalam keadaan murah, tapi kualitasnya belum tentu terjamin,” jelasnya. (ali/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *