Ternak Liar Kembali Dirazia

  • Whatsapp
Ternak Liar Kembali Dirazia

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Banyaknya ternak liar yang berkeliaran dalam kota Mamuju ditanggapi serius oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai instansi penegak peraturan daerah.

Dimulai sejak kamis 27 Juli, Satpol PP Mamuju mengerahkan sebanyak 30 personelnya untuk melakukan razia terhadap ternak liar yang kerap berkeliaran diruas-ruas jalan Mamuju. Berdasarkan pantauan Sulbar Express belasan ternak terjaring dalam razia tersebut.

Bacaan Lainnya

Masing-masing terdiri atas tiga ekor sapi dan 12 ekor kambing. Ternak yang terjaring penertiban ditemui di tempat berbeda. Dua ekor sapi di Jalan Andi Makkasau, seekor sapi di Jalan Abdul Syakur, tiga ekor kambing di Jalan IR Juanda, empat ekor kambing di Jalan Jendral Sudirman dan lima ekor kambing di Jalan Diponegoro komplek Pasar Regional Mamuju.

“Kami operasi mulai pukul 08.00 sampai 24.00 Wita. Untuk penertibannya kami melibatkan beberapa personel satuan intel Satpol PP untuk meninjau lokasi dimana ternak berkeliaran. Ketika ditemukan, kami langsung menuju ke lokasi,” ujar Kepala Satpol PP dan Pemadan Kebakaran (Damkar) Mamuju, Basit, Jumat 28 Juli.

Sebagai upaya sosialisasi, operasi penertiban dilakukan sepekan saja. Namun jika masih marak ternak berkeliaran, kembali dirazia. Tetapi tidak lagi disimpan di lingkungan kantor namun langsung dilelang.

“Kebijakan itu, instruksi langsung pak Bupati Mamuju, untuk menanggulangi persoalan ternak liar di dalam,” terangnya.

Saat menangkap, personelnya memakai umpan pisang untuk menarik perhatian ternak. Setelah mendekat ternak itu langsung di sekap dengan menggunakan jaring, lalu mengikatnya. Setelah itu, ternak tersebut langsung di bawa ke kantor Satpol PP dengan mobil pengendali masyarakat (Dalmas).

“Kalau sapi, kami ikat lalu digiring dengan cara mengikatnya di mobil dalmas,” sebut Basit.

Menurutnya, upaya penangkapan ternak tidaklah mudah, sebab banyak ternak yang sangat liar dan tidak pernah diikat sama sekali, sehingga sulit dijinakkan. Berbeda dengan ternak yang sudah pernah diikat, karena ternak tersebut mudah didekati.

“Kalau jinak gampang kami tanggulangi. Tapi ternak yang sangat liar, sulit ditangkap. Jadi salah satu upaya kami, mungkin kami pakai senapan bius,” jelasnya.

Basit juga meminta kesadaran masyarakat untuk menyiapkan kandang ternak mereka masing-masing. Jangan dilepas begitu saja karena sangat membahayakan keselamatan pengendara. Apalagi saat ini, Bupati Mamuju sudah menginstruksikan gerakan Mamuju Mapaccing.

“Paling tidak ada kandangnya lah. Jangan semaunya dilepas, karena ternak ini menyebarkan kotoran di mana-mana,” tandas Basit.

Sementara itu, salah seorang warga di jalan Jenderal Sudirman, Nurlia mengapresiasi langkah yang diambil petugas Satpol PP Mamuju. Ia berharap razia tersebut tidak berhenti.

“Sangat bagus, kalau perlu nanti setiap hari patroli sebab ini sapi-sapi yang berkeliaran biasa merusak pekarangan, makan bunga-bunga yang kami pelihara. Masa dalam kota dan dijalan poros ada sapi berkeliaran, ini yang harus diseriusi pemerintah, utamanya Satpol PP,” ucap Nurlia. (bal/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *