TMMD Dibuka dengan Kegiatan Sosial

  • Whatsapp
TMMD Dibuka dengan Kegiatan Sosial

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) resmi diselenggarakan di Kabupaten Mamuju. Acara pembukaan dilaksanakan di Desa Taan, Kecamatan Tapalang, Selasa 4 Juli.

Kegiatan pembukaan TMMD tahun ini diawali dengan kegiatan sosial. Antara lain, penyuluhan KB dan kesehatan, pengobatan gratis, donor darah dan sunatan massal.

Bacaan Lainnya

Kegiatan sosial dilaksanakan atas kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju. Sebanyak 71 orang anak yang berada di sekitar Kecamatan Tapalang ikut dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini bersama kita laksanakan untuk mendukung TMMD, sebenarnya pada hari ini (kemarin, red) kami menarget 140 orang peserta sunatan massal, namun sampai saat ini baru 71 orang yang terlayani,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Mamuju, dr Hajrah As’ad.

Pelaksanaan sunat massal tersebut dilaksanakan hanya satu hari saja yakni dari pukul 9 sampai pukul 12 Wita. Begitupun juga dengan pemeriksaan dan pengobatan gratis yang juga bersamaan digelar di tempat tersebut.

“Pada hari ini ada dua, sirkum (sunatan massal, red) dan pengobatan gratis. Untuk pengobatan gratis sendiri kita target sampai 200 orang, namun tampaknya masyarakat kurang berkunjung, nanti setelah ini akan kita pindahkan ke puskesmas karna di sana juga gratis jadi tidak ada masalah,” tambah dr Hajrah.

Sedangkan terkait TMMD di Desa Taan, Hajrah menyiapkan beberapa tenaga medis untuk ditempatkan di sana melakukan pelayanan kesehatan dengan dibantu TNI.

“Untuk di Desa Taan sendiri akan kita bangun pos pelayanan kesehatan selama sebulan penuh selama TMMD berlangsung. Sedangkan untuk tenaga medis sampai saat ini ada tiga orang, terdiri dari satu dokter gigi dan dua dokter umum,” tandas dr Hajrah.

Salah satu orang tua peserta sirkum massal, Rahmat mengaku sangat terbantu akan adanya program sunat massal gratis tersebut. Sebab ia tidak perlu memikirkan biaya sunat anaknya lagi.

“Iya. Sangat membantu maayarakat, sehingga anak saya dapat disunat dengan gratis,” ungkap pria yang kesehariannya berprofesi sebagai petani ini.

Sementara, Ilyas salah satu peserta sirkum, mengungkapkan sangat takut saat diantar orang tuanya untuk disunat, dan langsung menangis saat melihat peralatan dokter yang akan menyunatnya.

“Tadi sempat menangis, tapi setelah melihat pak Bupati jadi tidak lagi,” ungkapnya. (bal/sol)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *