Andi Rasyid Nahkodai FPK Polman, Diharap Jaga Kesatuan Bangsa

  • Whatsapp
Andi Rasyid Nahkodai FPK Polman, Diharap Jaga Kesatuan Bangsa

POLEWALI, sulbarexpress.fajar.co.id – Andi Rasyid Mordani resmi menahkodai Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Polewali Mandar periode 2017-2022, setelah dikukuhkan oleh Staf Ahli Bupati Polman Bidang Pemerintahan DR. Sarja di Hotel Bumi Raya, Kamis 24 Agustus.

FPK ini dibentuk bertujuan untuk memperkokoh integritas nasional serta menegakkan kedaulatan negara Kesatuan Republik Indonesia, Ketua FPK Polman terpilih, Andi Rasyid Mordani mengatakan secepatnya akan membentuk kepengurusan FPK hingga ke tingkat desa sesuai dengan tugas pokok FPK. Yakni menjaring aspirasi masyarakat, melakukan sosialisasi terkait pembaruan kebangsaan, merumuskan rekomendasi terkait FPK antar wilayah.

“Polman ini merupakan daerah yang multi etnis yang saat ini hidup rukun berdampingan, untuk menjaga kelangsungan keharmonisan antar suku kita lakukan pendekatan kepada masyarakat agar Polman kedepan selalu hidup rukun meski banyak etnis didalamnya,” tutur Andi Rasyid Mordani Ketua FPK Polman.

Staf ahli Bupati bidang Pemerintahan, DR. Sarja dalam sambutannya menyampaikan kepada pengurus FPK yang baru dilantik untuk memberikan dorongan kepada anak-anak dan keluarga dalam menciptakan lapangan kerja jika mungkin ada pembinaan ekonomi kreatif, menghidupkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Di tengah tantangan global saat ini, dimana ancaman terorisme, rasisme, dan intoleransi kehadiran bangsa dibutuhkan untuk memperkenalkan nasionalisme kita,” tutur Sarja.

Masalah terorisme, rasisme dan intoleransi memang pernah terjadi dibeberapa daerah di Indonesia yang mempunyai sikap dan pandangan intoleran. Tapi dengan hadirnya FPK, hal tersebut dapat disingkirkan jauh-jauh jika forum kebangsaan ini bisa berjalan dengan baik.

FPK merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan persatuan, kesatuan dan kebangsaan, bahwa pembauran kebangsaan merupakan proses pelaksanaan kegiatan integrasi anggota masyarakat dari berbagai ras, suku, etnis melalui interaksi sosial dalam bidang bahasa, adat istiadat, seni budaya, pendidikan dan perekonomian.

“FPK hadir untuk mewujudkan kebangsaan Indonesia tanpa menghilangkan identitas ras, suku dan etnis dalam kesatuan NKRI,” jelas Sarja. (ali/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *