Asap Hitam Gegerkan Warga

  • Whatsapp
Asap Hitam Gegerkan Warga

MAMUJU, sulbarexpress.fajar.co.id — Warga kelurahan Mamuju mendadak kaget dan berhamburan keluar rumah saat asap hitam mengepul disekitaran jalan Yos Sudarso, Minggu 27 Agustus pagi.

Asap hitam yang seolah-olah dari kejauhan tersebut nampak seperti sedang terjadi kebakaran. Sontak warga yang bermukim di sekitar tempat itu panik dan berlarian menuju sumber kabut lantaran menduga telah terjadi kebakaran.

Bacaan Lainnya

Ternyata kabut itu, bukan karena kebakaran. Namun hasil pembakaran sampah dan sisa material bangunan oleh buruh yang berlokasi di sekitar pembangunan Maleo Town Square (Matos).

Warga yang datang memastikan kepulan asap tersebut dibuat kecewa lantaran tidak ada kebakaran yang terjadi yang membuat mereka panik, disamping itu mereka menyayangkan sikap buruh yang telah membakar sampah di pusat kota dan menimbulkan kabut asap tebal yang mengganggu pernapasan.

“Siapapun yang lihat itu asap hitam banyak, pasti dikira kebakaran. Yang saya sesalkan kenapa bakar di dalam kota. Ini kan bisa buat warga khawatir,” ucap Dirman yang sengaja datang ke lokasi kejadian.

Dirman juga mengkhawatirkan, jangan sampai api yang terbakar itu merembes ke daerah lain. Meskipun di tempat pembakaran itu dibatasi tembok pembatas pembangunan. Bukan berarti tidak bisa memicu terjadinya kebakaran.

“Memang ada tembok, tapi di dalam lokasi itu berdekatan dengan gubuk kecil berbahan kayu. Kalau ada angin, apinya bisa merembes ke bangunan itu,” jelasnya.

Tak berselang lama, satu unit armada Pemadam kebakaran (Damkar) dan armada pemadam Polres Mamuju datang dan memadamkan api.

Salah seorang petugas Damkar, Wanda mengira kabut itu merupakan sumber api yang sudah melalap rumah warga. Ia pun berbegas menuju lokasi kejadian dengan petugas lainnya.

“Dari markas, kami lihat kabut tinggi. Kami mengira kebakaran, tahunya cuma warga yang bakar sampah,” kata Wanda.

Selain itu, dia meminta warga agar tidak lagi membakar sampah dalam skala besar. Itu memicu terciptanya kabut yang tentu pihaknya mengira telah terjadi kebakaran.

“Apalagi kan, untuk menanggulangi sampah, itu tidak bisa dibakar. Dan memang itu dilarang,” pungkasnya. (bal/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *