Bank Mandiri: Masyarakat Harus Berhati-hati

  • Whatsapp
Bank Mandiri: Masyarakat Harus Berhati-hati

sulbarexpress.fajar.co.id, PASANGKAYU – Bank Mandiri memberikan imbuan kepada nasabah dan masyarakat agar berhati-hati terhadap upaya-upaya penipuan. Ini sehubungan dengan beredarnya dokumen yang mengatasnamakan United Nation (UN ) Swissindo tentang voucher human obligation,atau biaya peningkatan kesejahteraan hidup (VMI).

Secara tegas manajemen Bank Mandiri mengaku tidak pernah bekerjasama dengan organisasi yang mengaku sebagai UN Swissindo. Hal tersebut di ungkapkan, Deputy Direktur Pengawasan
LJK 2 dan Perizinan OJK Kantor Regional 6 Sulampua, Ahmad Murad dalam siaran persnya, di kantor Bank Mandiri, Senin 14 Agustus.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, Bank Mandiri tidak bertanggungjawab atas segala risiko dari informasi yang beredar di masyarakat terkait organisasi tersebut. Termasuk tentang pendaftaraan voucher human obligation (VMI).

Satuan tugas penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan
dana masyarakat dan pengelolaan investasi atau satgas waspada investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya telah meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai dugaan penipuan UN Swissindo dengan berbagai modus pengumpulan masyarakat.

Bagi masyarakat maupun nasabah yang menerima atau menemukan dokumen sebagaimana tersebut di atas maupun informasi lain yang sejenis, agar dapat menyerahkan kepada kantor PT Bank Mandiri.

“UN Swissindo mengklaim memiliki emas batangan dan sejumlah uang yang disimpan di enam bank utama. UN Swissindo mengaku akan melunasi utang seluruh masyarakat Indonesia, apabila para debitur tidak mau melunasi utangnya di Bank, maka akan dapat menganggu perekonomian,” kata Ahmad Ahmad.

Ahmad menambahkan, kepanjangan dari UN adalah United Nation, namun pihaknya sudah melakukan pendalaman dan dapat dipastikan bahwa mereka tidak terafiliasi ke organisasi PBB. Khusus untuk wilayah Makassar, UN Swissindo juga tidak terdaftar di Kesbangpol Kota Makassar.

Saat ini UN Swissindo sudah aktif dalam merekrut anggota di Kabupaten Matra, modus operandi dari UN Swissindo adalah mencari korban yang terlibat kredit macet di bank dan menjanjikan akan menyelesaikan utangnya dengan jaminan surat berharga negara. Namun sebelum bergabung dengan UN Swissindo, para korban diminta untuk menyerahkan
sejumlah uang kepada pihak UN Swissindo.

Menanggapi hal tersebut, Wakapolres Matra Kompol Mihardi, yang turut hadir mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum mendeteksi adanya keterlibatan oknum TNI atau Polri dalam UN Swissindo. Permasalahan mengenai UN Swissindo merupakan delik aduan, sehingga harus ada pihak yang merasa dirugikan yang melapor kepada pihak kepolisian.

Ia berjanji, mulai saat ini pihaknya akan memaksimalkan peran Babinkamtibmas untuk menyosialisasikan bahaya UN Swissindo kepada masyarakat.

Hal sedana juga di lontarkan Perwira Penghubung (Pabung) Matra Mayor Arh Rosadi, mengatakan bahwa apabila ada oknum TNI yang terlibat dalam UN Swissindo, maka dirinya tidak bisa mengambil tindakan karena hal tersebut bukan kewenangannya. Jika oknum tersebut terbukti terlibat, maka akan diambil tindakan oleh pimpinan yang bersangkutan. (ndi/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *