Dewan Pers Berkunjung ke Graha Pena Mamuju, Media Diminta Ikut Perangi Berita Hoax

  • Whatsapp
Dewan Pers Berkunjung ke Graha Pena Mamuju, Media Diminta Ikut Perangi Berita Hoax

MAMUJU, sulbarexpress.fajar.co.id – Era degital menjadi salah satu jendela atas penyebaran informasi-informasi tidak benar alias hoax. Bahkan belakangan ini semakin sulit dibedakan antara berita benar dan hoax.

Atas kondisi ini, Dewan Pers Indonesia ikut turun tangan. Mereka ikut bekerja keras memerangi radikalisme, penyebaran berita hoax dan verifikasi media. Hal ini dikatakan Ketua Deawan Pers Yosep Adi Prasetyo saat berkunjung ke Graha Pena Mamuju, Rabu 23 Agustus.

Dalam kesempatan itu Yosep Adi Prasetyo juga menegaskan bahwa dalam upaya melawan berita hoax dan media abal-abal perlu kerjasama dengan media massa yang bekerja secara profesional.

“Dewan Pers saat ini konsen mencegah berita hoax melalui media dan saya kira dua media yang ada disini (Graha Pena, red) harus menjadi penangkal berita-berita hoax yang beredar ke masyarakat melalui media sosial. Saya ingin media yang ada di Graha Pena ini menjadi penangkal berita hoax,” kata Yosep.

“Kita juga mengajak media untuk melawan ide-ide radikalisme melalui produksi pemberitaan dan pelibatan tokoh ulama maupun tokoh masyarakat sangat penting agar bisa menulis opini cerdas supaya kita bisa menanggulangi hal-hal seperti itu,” ucap Yosep.

Ia juga menambahkan bahwa dalam verifikasi media untuk Radar Sulbar dan Sulbar Express akan segera diproses agar lebih memiliki pegangan bahwa sudah diverifikasi oleh Dewan Pers Indonesia.

“Saya pikir untuk dua media yang ada di sini (Radar Sulbar dan Sulbar Express, red) akan segera kita verifikasi dan kita juga meminta agar Radar Sulbar maupun Sulbar Express menjadi bagian untuk melawan bentuk segala suap apapun alasannya,” tambahnya.

“Targetnya kami akan rampungkan verifikasi media hingga tahun 2018. Dalam waktu dekat ini kita akan melakukan verifikasi massal,” ungkap Yosep.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Sulbar Express, Naskah M Nabhan, menyampaikan bahwa dalam upaya melawan berita hoax dan keresahan kepala desa maupun sekolah yang ada di Sulbar tentunya membutuhkan sosialisasi lebih dari Dewan Pers.

“Saya sempat bertatap muka langsung dengan kepala desa yang ada di Majene, Mamuju dan Mateng untuk menyosialisasikan undang-undang pers dalam upaya menyangkal yang mengaku wartawan untuk memeras kepala desa. Bahkan khusus untuk kepala desa meminta untuk mengadakan kegiatan di Mamuju dan kalau bisa ada dari Dewan Pers untuk membawakan materi,” tuturnya.

“Saya pikir dewan pers juga bisa mengundang para bupati maupun pemerintah provinsi untuk menyosialisasikan undang-undang pers tersebut, agar pemahaman pejabat terhadap wartawan tidak lagi ada yang kaku berhadapan dengan teman-teman wartawan,” tandasnya.

Menjawab dua masukan dari Direktur Utama Sulbar Express, Dewan Pers akan mengusulkan dan membicarakan dalam tim yang sudah dibentuk.

“Kita juga akan usulkan untuk mengundang langsung bupati maupun walikota untuk hadir diacara yang akan kita laksanakan di Jakarta, media literasi dengan seluruh kepala daerah dan saya juga mengundang Menteri Dalam Negeri untuk berbicara di sana,” jawabnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *