Harga TBS Mulai Naik

  • Whatsapp
Harga TBS Mulai Naik

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Petani kelapa sawit mulai tersenyum lebar.
Penyebabnya karena harga tandan buah segar (TBS) sudah mengalami kenaikan.

Secara umum sejak dua bulan terakhir harga TBS yang ditetapkan oleh Dinas
Pertanian Sulbar mengalami kenaikan. Kondisi ini memberikan angin segar bagi
petani setelah beberapa bulan belakangan harga TBS terpuruk.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidan Perkebunan Dinas Pertanian Sulbar, Abdul Waris mengatakan bahwa
dalam penetapan harga TBS yang dilakukan tim penetapan mengalami peningkatan
dua bulan berturut-turut.

“Penetapan harga TBS mengalami kenaikan, jika kita bandingkan pada bulan Juli
hanya Rp1.201 sementara penetapan Agustus Rp1.265. Jadi kenaikan Rp64. Namun
jika kita lihat kebelakang, sejak dua bulan harga memang sudah mulai naik,” kata
Waris.

“Kita sangat mengharapkan kepada semua perusahaan untuk memasukan dokumen
penjualannya atau invoice karena itu yang akan menjadi rujukan kita. Untuk hari ini
(kemarin, red) dari enam perusahaan hanya ada dua yang memasukan invoice,”
ucap Waris.

Ia juga menambahkan bahwa dalam penetapan harga TBS masih ada perusahan
kelapa sawit yang tidak memasukan invoice dan akan menyurati agar para
perusahaan yang belum memasukan invoice memasukan pada penetapan berikutnya.

“Kami akan tetap konsisten untuk menagih kepada mereka untuk menyerahkan
invoicenya seperti yang tertuang dalam peraturan Menteri Pertanian,” tambahnya.

“Harg TBS naik dikarenakan dokumen penjualan mereka naik, sehingga ada selisih
dari tim klarifikasi ke lapangan sehingga menyebabkan kenaikan harga TBS dan tentu
ini patut kita syukuri bersama semoga ini terus mengalami kenaikan,” ujar Waris.

Selain itu, Dinas Pertanian komitmen akan terus berusa memperbaiki penetapan
harga TBS yang dimiliki perusahan kelapa sawit yang ada di Sulbar.

“Mudah-mudahan kedepan harga CPO kita semakin membaik dan petani bisa
mnerasakan bagaimana harga sebenarnya. Harga CPO rata-rata periode penjualan
Juli 2017 Rp6.448,15, harga kamel rata-rata tertimbang periode penjualan Juli 2017
Rp4.436,83 dan Indeks ‘K’ Juli 79,15 persen,” terangnya.

“Kita juga kemarin sudah memenuhi panggilan dari KPPU (Komisi Pengawas
Persaingan Usaha, red) untuk klarifikasi dan ini kita akan dipantau terus. Mudah-
mudahan kedepan tidak ada asumsi bahwa dalam menetapkan harga TBS ada
permainan,” tandasnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *