Menangkal Radikalisme Melalui Literasi Media

  • Whatsapp
Menangkal Radikalisme Melalui Literasi Media

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Barat melaksanakan Literasi Media sebagai upaya mencegah dan menangkal radikalisme serta terorisme di masyarakat, Kamis 24 Agustus.

Kegiatan tersebut menghadirkan empat pemateri, diantaranya Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Direktur Utama Sulbar Express Naskah M Nabhan, Willy Pramudya dari Group Kompas Gramedia dan perwakilan Greevv.com Azka Asfari Silmi.

Bacaan Lainnya

Sekretaris FKPT Sulbar, Ashari Rauf mengatakan bahwa FKPT Sulbar selama tahun 2017 telah melakukan beberapa kegiatan dalam menangkal radikalisme dan terorisme dengan melibatkan semua elemen masyarakat.

“Antusias semua elemen di Sulbar dalam mencegah radikalisme dan terorisme sangat membantu kami untuk terus bersosialisasi kepada masyarkat dan selalu melahirkan kesejukan,” kata Ashari.

“Komitmen itulah yang kita bangun bersama dalam mencegah radikal dan terorisme agar tidak masuk ke Sulbar hingga mempengaruhi kehidupan masyarakat. Dinamika kita di Sulbar juga sangat membantu terutama peran media dalam memberikan andil dalam mencegah hal tersebut,” ucap Ashari.

Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT RI, Mayjend TNI Abdul Rahman Kadir, menyampaikan bahwa FKPT terbentuk sudah 32 provinsi seluruh Indonesia, akan tetapi masih butuh membangun sinergitas dengan semua elemen termasuk media untuk membantu pemerintah menangkal terorisme.

“Tujuan pencegahan dilakukan adalah kami ingin memberikan gambaran bahwa pentingnya media massa pers dalam mencegah terorisme sehingga adanya sinergitas FKPT Sulbar dengan BNPT RI. Kita tidak akan mampu menanggulangi bahaya terorisme tanpa bantuan dan peran media untuk turut menangkal terorisme tersebut,” tuturnya.

“Kita butuh kerjasama semua elemen bangsa untuk menjaga sama-sama negara dan bangsa kita dari bahayanya terorisme pada masyarakat,” harap Mayjend TNI Abdul Rahman.

Ketua Dewan Pers Indonesia, Yosep Adi Prasetyo, menuturkan peran media harus memberikan informasi kepada masyarakat yang betul-betul sumbernya bisa dipercaya dan fakta.

“Media harus hadir memberikan kesejukan, jangan hadir memberitakan sesuatu yang tidak jelas apalagi sampai menimbulkan keresahan,” terangnya

“Saya pikir pentingnya media itu melakukan verifikasi, sehingga berhenti menyampaikan pesan teror atau menciptakan pesan-pesan teror baru dan kami berharap maupun mendorong teman-teman media di daerah untuk membaca dan menggunakan pedoman ini dalam menyajikan tulisan-tulisan yang kita buat,” harap Yosep Adi Prasetyo.

Selain itu, Direktur Utama Sulbar Express, Naskah M Nabhan, menyampaikan bahwa peran media massa di Sulbar sangatlah berpengaruh untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya radikalisme dan terorisme.

“Kita harus memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana melihat karakteristik media itu, bagaimana visi-misinya, bagaimana pemberitaannya dan lain sebagainya. Hal ini yang jarang kita lakukan, sehingga perlu kita lakukan itu seperti yang pernah saya lakukan sharing dengan teman-teman guru maupun kepala desa terkait peran pers dan itupun belumlah cukup, olehnya itu perlunya media untuk melakukan penguatan literasi media,” imbuhnya.

“Untuk media di Sulbar butuh penguatan-penguatan lebih mendalam lagi agar pehamannya dalam menangkal terorisme bisa tersampaikan kepada masyarakat dengan baik. Sehingga berita yang disajikan bisa mengandung nilai-nilai positif dan dapat diterima masyarakat,” ungkap Naskah M Nabhan.

Naskah M Nabhan juga mengajak para semua elemen masyarakat untuk turut andil dan bekerjasama dalam menangkal radikalisme dan terorisme mulai dari hal yang kecil-kecil pada lingkungan keluarga.

“Paling tidak kita sudah memberikan pencerahan kepada lingkuang keluarga maupun sekitar kita terkait bahaya radikalisme dan terorisme. Sehingga ini akan membuat kita kuat dan tidak terpengaruh dengan ajakan untuk melakukan tindakan terorisme,” tandasnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *