Rp32 Miliar Anggaran PKH Disalurkan di Polman

  • Whatsapp
Rp32 Miliar Anggaran PKH Disalurkan di Polman

POLMAN, sulbarexpress.fajar.co.id – Kementerial Sosial Republik Indonesia melalui program keluarga harapan (PKH) untuk menanggulangi angka kemiskinan terus digenjot dalam bentuk non tunai.

Program tersebut tertuang dalam Amanat Presiden RI Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla menargetkan angka kemiskinan di indoneisa harus menurun 5 hingga 6 persen pada tahun 2019.

Hal tersebut, disampaikan oleh Kepala Penyuluhan Sosial Kemensos RI, Tati Nugraha mengatakan bahwa jumlah penduduk miskin sudah menurun 2 persen dari 19,1 juta penduduk miskin di indonesia.

Sehingga program PKH diharapkan dapat berkontribusi positif dalam menekan angka kemiskinan yang ada di polman.

“Kita sudah mencoba untuk menekan angka kemiskinan melalui PKH dengan cara bertahap. dimana tahun 2017 keluarga penerima manfaa (KPM) mencapai 6 juta dan pada tahun 2018 akan kita tingkatkan menjadi 10 juta KPM,” kata Tati Nugraha, usai menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan penerima PKH di gedung Nusantara Polewali, Selasa 29 Agustus.

“Mereka yang menerima bantuan adalah yang hidup dengan penghasilan dibawah rata-rata atau dikategorikan keluarga miskin, dari enam kabupaten di Sulbar Polman mendapatkan dana PKH terbesar karena jumlah penduduk miskin juga tinggi,” ucap Tati Nugraha.

Ia juga menambahkan bahwa bantuan bersyarat tersebut dari kemensos akan mendapat pendampingan dengan membentuk tim mulai dari tingkat wilayah (korwil) dan Kabupaten (Korkab). “Hal itu diharapkan bisa membantu KPM dalam penggunaan dana PKH untuk penyelenggaraan pendidikan, kesehatan dan peningkatan kesejahteraan,” ungkapnya.

Sedangkan, Sekretaris Kabupaten Polman, Andi Ismail menyampaikan bahwa masyarakat penerima PKH dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat, dimana alokasi anggarannya ke Polman sebesar Rp. 32 miliar. ” Pihak Pemkab juga akan menyiapkan dana sharing yang jumlahnya mencapai Rp 400 juta untuk mengentaskan kemiskinan, selain bantuan PKH yang disalurkan oleh pemerintah pusat,” bebernya.

“Semoga bantuan yang diberikan dapat digunakan sebaik-baiknya dan bantuan PKH dapat memutus mata rantai kemiskinan, dari Rp.62 miliar dana bantuan PKH di Sulbar, Polman mendapatkan porsi anggaran PKH Rp.32 miliar, selebihnya dibagi ke kabupaten lain,” papar Ismail.

Selain itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten, Natsir Adam menuturkan jika penerima bantuan ditentukan berdasarkan kriteria, yaitu mereka yang sudah memiliki keluarga dan punya anak yang masih sekolah dan diluar dari kriteria tersebut tidak termasuk dalam penerimaan bantuan PKH. “Jadi PKH ini sasarannya adalah keluarga miskin tapi bukan berarti orang miskin tidak mendapat bantuan. Syaratnya, tentu punya keluarga, seperti ada anak yang masih sekolah, ibu menyusui dan ibu hamil karena memang orientasinya pada peningkatan pendidikan dan pemenuhan gizi,” imbuhnya.

“Kalau warga yang tidak mampu lainnya yang tidak masuk dalam sasaran maupun kriteria yang ditentukan dari bantuan pemerintah, Kita akan bantu melalui bantuan lain seperti rastra atau bantuan rumah,” beber Natsir.

Lanjutnya, Penyaluran bantuan sosial non tunai Program PKH ini menggandeng bank BRI. Dimana masyarakat akan dapat mengakses nilai bantuan melalui kartu Rumah Tangga Sasaran Miskin (RTSM) yang dibagikan.”Hal itu dimaksudkan supaya penyaluran aman, tepat dan mengedukasi masyarakat untuk gemar menabung,” tandasnya.

Sekedar diketahui, Pada kegiatan tersebut Tati Nugrahati didampingi sekretaris daerah dan anggota Forkopimda menyerahkan secara simbolis bantuan berupa beras, minyak kelapa, mie instan serta bea siswa dan paket sekolah kepada KPM. (ali/hab)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *