Petani Lintas Provinsi Meriahkan Balap Motor Taksi

  • Whatsapp
Petani Lintas Provinsi Meriahkan Balap Motor Taksi

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI – Puluhan petani turut serta dalam lomba balap motor taksi yang digelar warga desa paku. lomba ini berlangsung di jalan tani,  Desa Paku, Kecamatan binuang, Polewali Mandar, berlangsung selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu, 16-17 September.

Puluhan pembalap yang merupakan petani dari berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat ikut adu keterampilan maupun kecepatan dalam lomba balap motor taksi.

Bacaan Lainnya

Dalam lomba ini, panitia memperlombakan empat kelas, yakni kelas empat tak dan kelas campuran, bebek standar dan kelas modifikasi. Setiap pertandingan diikuti empat hingga enam peserta yang harus melewati empat lap balapan. Para pembalap bertaruh menaklukkan medan di tengah areal persawahan, dengan semangat dan tekad yang kuat para pembalap ini justru menaklukkan lintasan balapan.

Menariknya dalam lomba ini, para peserta membawa satu karung yang berisi sekam padi hingga ke garis finish.

Peserta tampak kesulitan membawa beban karung karena harus melewati lintasan balap yang menyerupai lintasan balap motor cross dengan tantangan mulai dari lintasan berlumpur, tanjakan hinga tikungan tajam yang tidak mudah ditaklukkan. Tak jarang beberapa peserta gagal masuk finis lantaran terjatuh bahkan motornya mengalami kerusakan.

Pembalap asal kabupaten Pinrang, Pakcik mengaku, tingkat kesulitannya adalah membawa karung dan lintasannya yang sulit ditaklukkan. “Berat memang bawa karungnya, kemudian lintasannya juga berlumpur,” ujarnya.

Sepeda motor peserta ini merupakan sepeda motor bebek biasa, namun telah dimodifikasi sedemikian rupa. Warga di Polewali Mandar menyebutnya dengan nama motor taksi. Jenis motor ini biasanya digunakan oleh petani untuk mengangkut gabah mereka.

Salah satu Panitia Lomba, Rusdi menjelaskan bahwa balap taksi ini rutin digelar di sawah pada saat musim panen tiba maupun musim turun ke sawah. “Lomba ini sengaja digelar  sebagai ajang silaturahim antar-sesama petani,” kata Rusdi.

Balapan yang digelar setiap tahunnya ini cukup menarik minat para penonton. Meski cuaca panas sejak pagi hingga sore hari, penonton tetap tak beranjak dari lapangan.(ali/hab)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *