Sektor Pendidikan Masih Butuh Perhatian

  • Whatsapp
Sektor Pendidikan Masih Butuh Perhatian

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Target pembangunan daerah akan sulit tercapai jika tidak ditunjang sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Untuk mencapai posisi ini, pendidikan menjadi hal yang sangat penting.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di provinsi ke-33 ini, siang kemarin Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar melakukan pertemuan dengan Dewan Pendidikan Sulbar, di rumah jabatan Gubernur. Secara khusus pertemuan ini membahas upaya-upaya peningkatan kualitas pendidikan.

Bacaan Lainnya

Ketua Dewan Pendidikan Sulbar, Ansar Nur Hasanuddin mengatakan secara umum kondisi pendidikan masih butuh pembenahan. Hal ini dilihat dari kondisi pelaksanaan sistem belajar mengajar di sekolah yang belum maksimal.

“Kami serahkan rekomendasi dari hasil riset kami di lapangan disemua kabupaten yang kami kunjungi. Masih banyak yang perlu diperbaiki dari sektor pendidikan kita di Sulbar,” kata Ansar di hadapan Gubernur Subar.

“Kita juga melihat ada sekolah yang tidak mampu melaksanakan ujian nasional berbasis komputer karena masih kurangnya sarana dan prasarana. Bahkan masih ada belum terjangkau sarana dan prasarana,” ucap Ansar.

Ia juga menambahkan bahwa masih ada sekitar 50 persen belum terkelola dengan baik untuk SMA dan SMK disemua kabupaten, begitupun yang terjadi di perguruan tingga.

“Pencairan dana BOS juga sering kali merepotkan sekolah. Kalau diperguruan tinggi masih kurangnya sarana dan prasarana untuk perkuliahan atau kegiatan kemahasiswaan. Seperti baru-baru ini dalam penerimaan mahasiswa baru tentu membutuhkan sarana dan prasarana,” ungkap Ansar.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menyampaikan bahwa pemprov akan terus berupaya untuk memperbaiki sektor pendidikan Sulbar agar lebih maju dan mampu bersaing dengan daerah lain.

“Kita akan evaluasi perkembangan sektor pendidikan kita dan lebih penting kita akan fokus terhadap SMA SMK. Begitupun dengan perguruan tinggi akan kita berusaha membantu paling tidak akan di koordinasikan dengan pemerintah pusat,” tuturnya.

“Saya juga sadar masih perlu perbaikan di sektor pendidikan, kedepan kita akan bagi rata semua untuk perbaikan pendidikan. Jadi tidak ada lagi nanti yang masih kekurang atau tidak dapat bagian,” ujar Gubernur.

Selain itu, Gubernur juga akan bersinergi dengan Dewan Pendidikan Sulbar dalam memperbaiki dan meningkatkan sektor pendidikan Sulbar kedepannya agar apa yang diharapkan bersama bisa tercapai.

“Kita juga akan data potensi tenaga pengajar kita berapa yang pegawai negeri dan dimana tempatnya mengajar, kalau tidak sesuai maka kita akan pindahkan sesuai dengan kompetensinya. Sehingga pendidikan kita di Sulbar memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah pusat,” paparnya.

“Kita berharap setelah pemprov melaksanakan kegiatan atau sudah melakukan kebijakan maka Dewan Pendidikan harus memback up saya nanti. Jangan pernah bosan mengingatkan saya karena terkadang saya lupa karena banyak yang diurusi,” tandasnya.(hab/sol)

Peran yang dijalankan Dewan Pendidikan:

1) Pemberi pertimbangan (advisory body) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan.

2) Pendukung (supporting agency), baik yang berwujud finansial, pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan.

3) Pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan.

4) Mediator antara pemerintah (eksekutif) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (legislatif) dengan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *