Siswa SMPN 1 Polewali Demo Kepala Sekolah

  • Whatsapp
Siswa SMPN 1 Polewali Demo Kepala Sekolah

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI – Ratusan Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Polewali, Kabupaten Polewali Mandar menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah usai mengikuti upacara bendera tiap hari senin, mereka membawa spanduk dan karton putih bertuliskan kata-kata cemoohan yang menuntut Kepala Sekolah Abdul Rahman untuk mundur dari jabatannya karena dinilai salah dalam mengambil kebijakan.

Unjuk rasa yang digelar para pelajar tersebut, di samping menuntut Kepsek mundur mereka juga menuntut agar dana bos dapat dikelola secara amanah, aksi tersebut dilakukan selama dua hari berturut turut sejak hari senin hingga selasa 18-19 September.

Bacaan Lainnya

Salah satu siswa SMPN 1 Polewali berinisial AR saat dikonfirmasi mengatakan bahwa usulan agar Kepsek diganti sudah beberapa kali disampaikan. “Sudah beberapa kali diusulkan untuk diganti, Namun, hingga saat ini Kepsek tetap saja masih menduduki jabatannya,” kata AR.

“Baru kali ini SMPN 1 Polewali tidak mengikuti kegiatan extrakurikuler Palang Merah Remaja ( PMR ) lantaran kesulitan dana, tidak hanya itu siswa yang mengikuti gerak jalan pramuka harus menanggung pembelian perlengkapan  pramuka,” ucap AR.

Ia juga menambahkan bahwa para siswa juga kecewa lantaran kepala sekolah jarang hadir di kantornya. “Kami kecewa, tidak diikutkan PMI dengan alasan kekurangan dana, perlengkapan pramuka juga dibebankan ke siswa, Kepsek juga jarang hadir, kami inikan sekolah unggulan,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Lingkungan Lantora Utara, Andi Muis yang juga salah satu orang tua siswa mengaku kaget melihat massa siswa teriak teriak di halaman sekolah. “SMPN 1 Polewali dahulu dikenal sebagai sekolah unggulan dengan kedisiplinan tinggi, namun kini sudah tinggal kenangan,” tuturnya.

“SMPN 1 Polewali sekarang sudah bobrok, anak-anak seenaknya keluyuran, guru guru juga seenaknya mau mengajar apa tidak karena tergantung sama pimpinannya,” ujar Andi Muis.

Sedangkan, Guru SMPN 1 Polewali, Fatimah saat ditemui diruangan guru menjelaskan pemicu aksi demonstrasi para siswa lantaran tidak diikutkan dalam kegiatan Palang Merah Remaja( PMR ), sementara disaat bersamaan Kepala Sekolah juga   sedang mengalami gangguan kesehatan,”Tadi pak Kepsek ada SMS nya masuk katanya sedang sakit,” bebernya.

Selain itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Polewali, Abdul Rahman menyampaikan bahwa siswanya tidak diikutkan PMR karena dana Bos triwulan ketiga belum cair. “Masalahnya hampir Rp.180 juta dana Bos triwulan kedua sudah habis, sementara PMR ini cuma kegiatan ekstrakurikuler, makanya yang harus kita penuhi kegiatan wajib dulu, seandainya dana Bos triwulan ketiga cair iya kita ikutkan,” jelasnya.

“Saya selalu hadir ke kantor, kecuali ada kegiatan pening saya ikuti diluar kota. saya selalu parkir mobil depan Alfamidi, memang kemarin saya tidak masuk selama tiga hari karena ada kegiatan di Bandung,” ungkap Abdul Rahman.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Polman, Hamka menuturkan jika SMPN 1 Polewali merupakan sekolah standar nasional dan salah satu sekolah rujukan yang diunggulkan. “Kita tidak habis fikir bila sekolah ini siswanya berbuat gaduh. Kita akan mengevaluasi kinerja Kepala Sekolah,” paparnya.

“Kita akan panggil kepala sekolahnya, mungkin unjuk rasa siswa ini dampak dari akumulasi permasalahan sebelumnya,” imbuh Hamka.

Lanjutnya, jika terbukti melakukan pelanggaran pihaknya akan menjatuhkan sanksi administrasi kepada kepala sekolah SMPN 1 Polewali. “Sanksi administrasi itu wewenang kami, kalau misalnya ada penyelewengan dana sekolah kita serahkan ke penegak hukum,” tandasnya.(ali/hab)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *