Perkenalkan Kearifan Lokal, Mahasiswa KKN UNM Gelar Aneka Lomba

  • Whatsapp
Perkenalkan Kearifan Lokal, Mahasiswa KKN UNM Gelar Aneka Lomba

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI – Dalam memperkenalkan kearifan budaya lokal mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan XV yang melaksanakan KKN-PPL terpadu di Kabupaten Polman menggelar aneka lomba dalam bidang kesenian, Sabtu 11 November.

Adapun kegiatan tersebut yakni olahraga dan keagamaan, venue lomba ini dipusatkan ditiga tempat yakni gedung nusantara, area sport center dan mesjid Syuhada Kecamatan Polewali.

Ketua Panitia Muhammad Ilyas mengatakan kegiatan mahasiswa UNM ini diberi nama “Mandar Education and Cultural Festival” yang juga bertujuan menyambut hari jadi Kabupaten Polman yang ke 58.

“Makanya kita menggunakan kostum adat saat pembukaan dan penutupan, sekaligus kegiatan ini menyambut hari jadi Polman,” kata Ilyas.

Ia menambahkan ratusan mahasiswa UNM dari 41 PPL yang tersebar di sejumlah kecamatan di Polman dilibatkan sebagai tim juri dan panitia, meski demikian penambahan hadiah piala bagi para juara, pihaknya masih berharap ada bantuan dari DPRD dan Pemkab Polman.

“Pesertanya mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA, kami sudah ajukan proposal permohonan bantuan dana ke Pemkab dan DPRD namun belum diakomodir, tetapi dana awal lomba yang kami selenggarakan berasal dari kontribusi teman-teman mahasiswa yang patungan mengumpulkan uang,” jelasnya.

Ilyas juga menyampaikan aneka lomba yang dipertandingkan mulai dari bola volly, futsal, takraw, baca puisi, menari, ceramah dan adzan yang diselenggarakan selama 21 hari.

“Lomba keagamaan dilaksanakan di area mesjid Syuhada,lomba kesenian dihelat gedung nusantara, sementara lomba kategori olahraga digelar di area sport center,” ungkap Ilyas.

Sementara itu, Wakil Bupati Polman HM.Natsir Rahmat yang membuka secara resmi lomba ini mengapresiasi upaya mahasiswa KKN UNM dalam menghargai adat istiadat serta seni budaya di Bumi Tipalayo.

“Jadilah mahasiswa kreatif dan inovatif, karena disini ada istilah kalau kita sudah meminum air ditanah mandar, berarti kita sudah jadi orang mandar,” tandasnya.(ali/hab)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *