Balai Bahasa Diharapkan Lahir di Sulbar

  • Whatsapp
Balai Bahasa Diharapkan Lahir di Sulbar

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Pemprov Sulbar berkomitmen untuk menyuarakan penggunaan Bahasa Indonesia dengan baik di lingkup jajaran Pemprov maupun Pemkab.

Olehnya itu, dengan melanjutkan Pergub yang lama, Pemprov juga melakukan penandatanganan kesepahaman dan pakta intergritas bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sulbar. Dihadiri oleh Balai Bahasa Sulselbar, Rabu 13 Desember.

Bacaan Lainnya

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan tidak sedikit orang mulai menggunakan bahasa asing, sehingga perlu dorongan untuk membangun komitmen bersama dalam menyuarakan penggunaan bahasa Indonesia dikehidupan sehari-hari.

“Harus bangga dengan bahasa Indonesia, penandatanganan ini untuk mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia yang benar di ruang publik tanpa melupakan bahasa daerah dan bisa juga mengetahui bahasa asing,” kata Gubernur, Rabu 13 Desember.

Ia menambahkan komitmen itu juga akan disampaikan kepada seluruh bupati di Sulbar, penyuluh agama dan seluruh instansi di Sulbar. Tentunya juga akan melibatkan media, yang sangat berperan dalam menyebarluaskan penggunaan bahasa Inonesia dengan benar.

“Meskipun sudah ada Pergubnya yang kita lanjutkan, kita juga tetap dorong agar Perda disemua kabupaten. Sehingga komitmen ini bisa terealisasi di semua daerah yang ada di Sulbar,” tambahnya.

Pemprov juga akan bermohon kepada Kementerian untuk pembangunan Balai Bahasa di Sulbar, sehingga Sulbar bisa mandiri dalam pembinaan penggunaan bahasa.

“Kita akan mintakan lahan seperempat hektare untuk kantor balai bahasa Sulbar. Sehingga kita juga punya balai dan bisa mandiri,” ungkap Gubernur.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Dadang
Sunendar menyampaikan hampir seluruh negara di dunia dibentuk oleh berbagai elemen penting seperti simbol-simbol negara diantara salah satunya adalah bahasa.

“Bangsa Indonesia memiliki banyak bahasa daerah dan  seandainya tidak ada
kesepahaman bahasa yang kemudian dikukuhkan dalam Undang-undang Dasar 1945, kemungkinan besar bangsa Indonesia tidak akan meraih kemerdekaan. Sebab salah satu yang menyatukan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke adalan bahasa. Kalau saja dulu seluruh daerah di negara kita mengusulkan bahasa daerahnya sebagai bahasa nasional, mungkin tidak akan terbentuk bangsa ini,” tuturnya.

Dadang juga menyampaikan intisari dari Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 adalah utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing.

“Kemendikbud sudah memiliki 30 balai dan kantor di seluruh Indonesia, kecuali daerah yang baru dimekarkan salah satunya Sulbar,” katanya.

Koordinator Ahli Bahasa Balai Bahasa Sulselbar Ratnawati mengutarakan pengutamaan Penggunaan bahasa yang bener merupakan gerakan nasional sebagaimana UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

“Inti dari itu  kita utamakan bahasa Indonesia. Dan tindak meninggalkan bahasa daerah,” terangnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *