Kembangkan Potensi Sarang Walet, Pengguna Jasa Diharapkan Berinovasi

  • Whatsapp
Kembangkan Potensi Sarang Walet, Pengguna Jasa Diharapkan Berinovasi

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Karantina Pertanian Mamuju mendorong para pengguna jasa untuk memproses terlebih dahulu barang yang dikirim seperti Sarang Walet agar bisa langsung dikirim keluar negeri.

Untuk kepentingan ini, Karantina Pertanian Mamuju melakukan sosialisasi perkarantinaan bersama PT Pos Indonesia, jasa pengiriman dan instansi terkait dalam rangka mendorong akselerasi ekspor sarang burung walet, di Kantor Karantina Pertanian Mamuju, Rabu 6 Desember.

Bacaan Lainnya

Kepala Karantina Pertanian Mamuju Akhmad Alfaraby mengatakan banyak potensi yang dimiliki Sulbar pada umumnya dan Mamuju pada khususnya terutama pada sektor pertanian yang harus didorong terus.

“Kelapa sawit dan sarang burung potensi paling banyak, sehingga kita dorong para pengguna jasa yang ada di Mamuju, bahkan data di kami sudah 1.074 kilo gram sarang burung yang sudah dikeluarkan di Mamuju,” kata Akhmad.

Ia menambahkan pengiriman barang yang sudah melalui Karantina Pertanian Mamuju kebanyakan hanya dikirim antar area saja, sehingga perlu dorongan untuk memproses barangnya terlebih dahulu sebelum dikirim.

“Itulah yang kita dorong kenapa tidak langsung dari Mamuju ke Cina, makanya kita dorong para pengguna jasa untuk melakukan proses pembersihan sendiri sarang walet atau barang yang lainnya,” tambahnya.

Lanjutnya, permasalahan yang dihadapi para pengirim jasa saat melakukan pengiriman ke Makassar, selalu mengalami kendala saat barang berada di Makassar.

“Kami nanti akan koordinasikan, karena kami sama-sama karantina untuk mengantisipasi hal dialami para pengirim jasa,” ungkap Akhmad.

Akhmad juga menyampaikan akan menindak tegas jika ada karyawan karantina pertanian Mamuju terlibat dalam pungli saat melaksanakan tugas di lapangan,

“Saya akan akan proses dan kirim ke pusat nanti di sana tentukan, paling keras pemecatan dan tadi juga sudah saya berikan nomor HP saya bisa dihubungi kalau ada pegawai Karantina main-main,” tegas Akhmad.

Koordinator Fungsional Kesehatan Hewan SKP Kelas II Mamuju Totok Hadi menuturkan pentingnya adanya pemeriksaan kesehatan barang yang akan dikirim kelintas daerah.

“Kita ingin mencegah penyakit yang bisa ditimbulkan dari barang yang dikirimkan, sehingga penting pemeriksaan kesehatan,” tandasnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *