Jadikan Kawasan Konservasi, Pemprov Serahkan Tujuh Pulau

  • Whatsapp
Jadikan Kawasan Konservasi, Pemprov Serahkan Tujuh Pulau

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Tujuh pulau di Sulbar akan diserahkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk dikelola menjadi kawasan konservasi.

Adapun tujuh pulau tersebut berada di Kabupaten Polman dan Mamuju. Untuk Polman ada tiga pulau, diantaranya Pulau Landea, Panampeang, dan Dea-dea atau Pulau Kucing.

Bacaan Lainnya

Sedangkan untuk Kabupaten Mamuju terdapat empat pulau di Kepulauan Balabalakang yaitu Kariaman Besar, Kariaman Kecil, Sumanga Besar, dan Sumanga Kecil.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulbar, Parman Parakkasi mengatakan penyerahan pulau untuk dikelola merupakan hasil pembicaraan Gubernur dengan KKP RI untuk disiapkan pulau yang bisa dijadikan kawasan konservasi.

“Pulau yang akan dikelola ini tidak berpenghuni. Namun memiliki banyak potensi maupun keanekaragaman hayati, baik itu terumbukarangnya. Makanya mau dicanangkan sebagai kawasan konservasi,” kata Parman, Senin 22 Januari.

Ia menambahkan dengan diserahkannya tujuh pulau, maka sejumlah program dari KKP RI akan mulai masuk ke Sulbar dengan melibatkan Pemprov.

“Nanti akan dikelola oleh kementerian serta melibatkan Pemprov Sulbar. Rencananya di pulau tersebut akan dibuatkan zona khusus untuk flora dan biota laut,” tambahnya.

Parman juga menyampaikan kawasan konservasi di Pulau Sulbar akan memiliki dampak positif bagi pemprov maupun masyarakat.

“Dimana daerah tersebut nantinya akan digunakan untuk pengembangan dan kawasan penelitian terakhir dengan pantai, laut dan semua izinnya. Ini juga akan melibatkan masyarakat,” ungkap Parman.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menyampaikan dirinya sudah memerintahkan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera mengurusi segala administrasinya.

“Sekarang tinggal legalitas saja karena telah dilakukan survei oleh tim. Bahkan laporan juga telah dibuat, jadi dalam waktu dekat ini akan diserahkan ke KKP. Bahkan rencana saya juga ikut dalam penyerahan rancangan tersebut,” terangnya.

Selain itu, upaya tersebut juga akan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi memalui wisata yang ada di pesisir pantai.

“Penetapan pulau konservasi ini juga akan memberikan nilai plus kepada Sulbar. Dimana nama Sulbar akan semakin dikenal di Indonesia bahkan internasional,” tandasnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *