Banjir ROB, BPBD tak Punya Anggaran Posko Siaga

  • Whatsapp
Banjir ROB, BPBD tak Punya Anggaran Posko Siaga

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Penempatan posko siaga bencana untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban ketika terjadi bencana merupakan hal wajib dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun hal itu tak dapat dilaksanakan BPBD Mamuju.

Hal tersebut dikarenakan BPBD Mamuju tak memiliki anggaran memadai untuk mengadakan pos siaga tersebut. Seperti yang dikemukakan Kepala BPBD Mamuju, Gustamin, Kamis 4 Januari.

Bacaan Lainnya

“Kami beberapa kali ajukan dana posko siaga bencana ke pemerintah daerah, namun tak ada respon sedikitpun. Kami juga tidak mengetahui pasti, mengapa tidak ada dukungan dana dalam rangka penanggulangan bencana daerah,” ungkap Gustamin.

Padahal dalam Pasal 8 huruf d Undang-undang nomor 24 tahun 2007 Pemerintah Daerah wajib mengalokasikan dana penanggulangan bencana dalam anggaran pendapatan belanja daerah yang memadai.

Saat ini, pesisir Mamuju diproyeksikan akan mengalami banjir rob seiring naiknya permukaan air laut yang disebabkan fenomena alam posisi bulan yang mendekati bumi. Atas hal tersebut Gustamin mengimbau agar warga dapat terus waspada dengan adanya hal tersebut.

“Empat hari kedepan, diproyeksi air pasang masih tetap terjadi. Warga yang bermukim di wilayah pesisir kiranya patut waspada akan hal itu,” imbau Gustamin.

Hal itu diungkapkan Gustamin berdasarkan data BMKG Sulbar tanggal 4 Januari yang memperkirakan cuaca pada 5 Januari di wilayah Sulbar akan tertutup awan dengan potensi hujan ringan, adapun tinggi gelombang permukaan laut 0,5 hingga 1 meter.

Sementara itu, Anggota Badan Anggaran (Bangar) DPRD Mamuju, Ramliati S Malio membeberkan, untuk alokasi anggaran tanggap bencana, Pemkab Mamuju memiliki anggaran tak terduga. Melalui anggaran itu, BPBD Mamuju bisa mengusulkan proposal penggunaan dana tersebut.

“Tapi inventarisir dulu titiknya. Lalu mengusulkan, karena pos anggaran itu (anggaran tak terduga, red) peruntukkannya untuk kejadian yang tak terduga,” ungkap Ramliati.

Dia pun meminta pihak eksekutif belajar atas kejadian tersebut. Tidak selamanya antisipasi dengan cara tindakan preventif. Tapi mencari pemicu utama banjir dan menyelesaikannya. Caranya tentu dengan menggunakan perencanaan dan strategi yang tepat, agar antisipasnya bisa efektif dan efisien.

“Masalah utamanya yang perlu terselesaikan. Kalau tidak, maka kejadian ini akan terus terjadi saat air laut pasang,” ungkapnya.

Ramliati menjelaskan, prinsip pembangunan kanal dan drainase yang menarget laut sebagai tempat pembuangan sudah tidak bisa diterapkan. Lebih lanjut dikatakannya, jika air laut pasang, maka air laut tentu tetap masuk ke kota melalui kanal dan drainase tersebut.

“Lebih baik dibuatkan aliran lain menuju area serapan. Apalagi Mamuju kan masih punya lahan yang sangat luas. Alternatif lain membangun pintu air di hilir yang berbatasan dengan air laut. Jadi kalau pasang, air laut tidak masuk ke kota,” tandas Ramliati.

*Pemprov Tunggu Koordinasi Kabupaten

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar menunggu koordinasi dari BPBD kabupaten terkait banjir rob yang melanda sejumlah wilayah di Sulbar.

Kepala BPBD Sulbar Darwin Jusuf mengatakan banjir rob merupakan wilayah kewenangan kabupaten.

“Itu kan masih bisa ditangani kabupaten. Jadi seharusnya teman-teman BPBD kabupaten meninjau lokasi,” kata Darwin, Kamis 4 Januari.

Ia menambahkan BPBD Sulbar akan melakukan koordinasi dengan BPBD kabupaten jika membutuhkan bantuan.

“Nanti kalau sudah tidak bisa ditangani kabupaten baru kita turun. Perlu diketahui juga kita tidak memiliki alat berat,” tambahnya.

Darwin juga menyampaikan penanganan agar tidak terjadi lagi, perlunya peran semua pihak untuk mencegah.

“Kalau dikoordinasikan itu bisa ditangani dinas PU untuk menurunkan alat beratnya agar drenasenya bisa diperbaiki dan menahan air laut tersebut,” ungkap Darwin.

Selain itu, jalur koordinasinya terlebih dahulu dari kabupaten kalau tidak bisa baru naik ke provinsi untuk menangani.

“Jadi kita tunggu saja dulu teman-teman di kabupaten tangani masalah ini,” tandasnya. (bal/hab/sol)

Banjir ROB, BPBD tak Punya Anggaran Posko Siaga

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *