Bayar Pajak di Luar Sulbar, Penerimaan Pajak Tumbuh Negatif

  • Whatsapp
Bayar Pajak di Luar Sulbar, Penerimaan Pajak Tumbuh Negatif

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Pertumbuhan ekonomi Sulbar diyakini akan mengalami kenaikan seiring dengan keseriusan Pemprov Sulbar dalam melakukan pembenahan dari beberapa sektor.

Hal tersebut, muncul dalam sosialisasi peningkatan peran lembaga dan instansi dalam pertumbuhan ekonomi Sulbar melalui belanja barang dan jasa pemerintah yang dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Mamuju, Rabu 16 Januari.

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Mamuju Hadinengrat Nusantoro mengatakan pendapatan pajak dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikelola pemerintah daerah mengalami penurunan drastis pada tahun 2017.

“Penerimaan pajak kita tahun 2017 tumbuh negatif 8 persen, salah satu penyebabnya banyak penerimaan pajak pemerintah dilakukan di luar Sulbar. Artinya melakukan pembayaran pajak tidak dilakukan di Sulbar,” kata Hadinengrat.

Ia menambahkan jika dibandingkan pada tahun 2016 penerimaan pajak sebanyak Rp382 miliar, sedangkan tahun 2017 penerimaan pajak hanya Rp354 miliar. Hal tersebut disebabkan banyak rekanan melakukan pembayaran pajak di luar Sulbar, artinya tidak mengurus Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) di Sulbar.

“Tahun 2016 yang keluar itu 46 persen, sedangkan tahun 2017 yang keluar lebih dari 50 persen. Makanya kita bersyukur sudah ada Edaran Gubernur untuk para investor maupun rekanan agar melakukan pembayaran pajak di Sulbar,” tambahnya.

Hadinengrat juga meyampaikan jika edaran gubernur sudah diterapkan secara maksimal, maka pendapatan pajak di Sulbar akan mengalami kenaikan signifikan.

“Kalau para pelaku usaha barang dan jasa yang di Sulbar sudah mematuhi aturan dari Pemprov, maka pendapatan pajak kita akan mengalami kenaikan dan pastinya tahun 2018 akan mengalami kenaikan signifikan,” ungkap Hadinengrat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulbar Dadal Angkoro menuturkan penyebab lainnya pertumbuhan ekonomi Sulbar masih perlu didorong dari segi perputaran uang tidak dilakukan di Sulbar.

“Kebanyakan juga para investor atau perusahaan luar yang masuk di Sulbar tidak membuka rekening bank khusus untuk di Sulbar. Sehingga perputaran uangnya tidak terjadi di Sulbar, melainkan di luar Sulbar,” tuturnya.

Menurut Dadal surat edaran Gubernur yang sudah mulai diterapkan pada bulan Desember tahun 2017 akan sangat membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi Sulbar pada tahun 2018.

“Meski pertumbuhan ekonomi kita saat ini mengalami kenaikan, tambah dengan maksimalnya edaran Gubernur terkait para pelaku usaha di luar Sulbar. Maka diyanikini akan semakin meningkat pertumbuhan ekonomi tahun 2018,” ujarnya.

Kepala Bagian Keuangan dan Pendapatan Daerah Sulbar Amir Biri mengungkapkan Pemprov Sulbar sudah menyadari perlunya ketegasan serta keseriusan dalam menata pengelolaan keuangan daerah.

“Edaran tersebut sudah kita terapkan mulai Desember tahun 2017, kita sudah komitmen agar para pelaku usaha yang masuk ke Sulbar mematuhi aturan yang diberlakukan pemprov,” terangnya.

Selain itu, pendapatan daerah yang masih rendah, sehingga dikeluarkan surat edaran nomor 8 tahun 2017 untuk mencari sektor-sektor lain.

“Jadi walaupun menggunakan pengusaha di luar, tetapi kita mengupayakan suapaya mereka membuka NPWP cabang atau lokal. Begitupun dengan pembukaan rekening bank di Sulbar,” tandasnya. (bal/hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *