Berantas Hama Babi, Petani Mekkatta Gunakan Pagar Jaringan PLTS

  • Whatsapp
Berantas Hama Babi, Petani Mekkatta Gunakan Pagar Jaringan PLTS
sulbarexpress.fajar.co.id, MAJENE – Para petani di wilayah Desa Mekkatta Kecamatan Malunda, akan memasang pagar lahan pertanian dengan jaringan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Upaya ini diyakini mampu membasmi hama babi yang sering merusak tanaman berbagai jenis di lahan pertanian warga.
“Untuk jumlah pagar kita belum memastikan, tergantung kemampuan anggaran,” sebut Muhardi Kepala Desa Mekkatta, Selasa 23 Januari.
Muhardi menjelaskan, pemasangan jaringan PLTS melalui pagar lahan pertanian melalui alokasi dana desa (ADD) 2018, lahir dari musyawarh dan mufakat.
“Pemasangan pagar lahan pertanian dengan jaringan PLTS sangat efektif memberantas hama babi, dan sudah terbukti dengan warga petani desa tetangga, yakni Desa Lombong, hasil pertaniannya meningkat,” ujarnya.
Ia menuturkan, apabila lahan pertanian sudah mengelilingi sumber energi listrik dari PLTS, maka tanaman seperti padi, jagung, ubi kayu dan sayur-sayuran di dalam kebun sudah aman dari serangan hama babi.
“Meskipun warga sudah paham kalau pagar lahan pertanian akan difasilitasi jaringan listrik PLTS, tapi tetap kita mengimbau untuk lebih mengingatkan, supaya tidak berpegang ke pagar lahan pertanian,” katanya.
Menyangkut keselamatan warga dari enegri listrik PLTS, Muhardi mengatakan, tidak ada masalah, karena selain listriknya dinyalakan pada malam hari, juga warga sudah dihimbau untuk tidak melintas di kebun pada malam hari.
“Kalau ada orang yang tersengat listrik dari kabel telanjang di lokasi kebun, pasti bukan warga setempat dan niatnya tidak baik. Sebab, seluruh warga sudah pada tahu, kalau kebun memiliki pagar dengan kabel telanjang beraliran listrik,” bebernya.
Menurutnya, hama babi di wilayahnya sudah menjadi musuh utama para petani. Kebun yang dipagari batu atau kayu, tidak jarang rusak diterjang babi dan tanaman seperti jagung atau ubi kayu siap panen sebagian besar hancur digasak hama babi.
“Sejak lama hama babi menjadi musuh utama para petani di desa kami. Jumlahnya yang cukup banyak, sangat menyulitkan para petani dalam mengamankan tanaman di dalam kebun,” aku Muhardi.(hfd/smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *