Di Wilayah Rawan, Panwascam Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif

  • Whatsapp
Di Wilayah Rawan, Panwascam Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif

sulbarexpress.fajar.co.id, PASANGKAYU – Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pasangkayu menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif di Desa Pakawa, Kecamatan Pasangkayu. Wilayah yang di anggap rawan.

Kegiatan dihadiri Komisioner Panwaslu Kabupaten Matra, Andi Nurhadi, dan ketiga Panwascam Pasangkayu, Aswar Anas, Bakri Lintar, Agus, serta Kepala Desa Pakawa dan seluruh perangkatnya. Digelar di aula kantor Desa Pakawa, Senin 22 Januari.

Bacaan Lainnya

Komisioner Panwaslu Matra, Andi Nurhadi mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan untuk menyampaikan kepada semua stakeholder dan masyarakat termasuk perangkat pemerintahan tingkat bawah secara umum demi terciptanya pilkada yang berintegritas serta pilkada yang aman dan damai tanpa adanya pelanggaran di dalamnya.

Menurut Andi Nurhadi Desa Pakawa merupakan salah satu wilayah yang rawan pada setiap pelaksanaan pilkada. Sehingga, kata dia, inilah alasan pentingnya Panwascam menggelar sosialisasi.

“Kita inginkan semua perangkat desa bisa ikut mengawasi potensi pelanggaran pemilu. Perangkat desa adalah tokoh pada suatu desa yang kita anggap mampu memberikan pencerahan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama ikut mengawasi jalannya pemilu termasuk menolak money politik,” tegas Andi.

Andi menyampaikan, kepada seluruh peserta sosialisasi bahwa dalam pelaksanaan pemilu ada sanksi hukum yang menanti bagi siapa saja yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Kesuksesan pemilu berangkat dari peran serta atau kepedulian masyarakat yang bisa senantiasa menyampaikan hal-hal menuju pelanggaran. Apalagi Undang-undang pengawasan yang terbaru ini sangat jelas aturannya, kepada siapa saja yang melakukan pelanggaran pemilu dan itu tidak main-main,” kata Andi.

Sementara itu, Ketua Paswacam Pasangkayu, Aswar Anas berharap kepada masyarakat terlebih kepada perangkat desa untuk bisa bersama-sama mengubah image wilayah desa Pakawa yang selama ini masuk daerah rawan.

“Kalau tidak dimulai dari perangkat desa dan tokoh masyarakat, sepertinya akan susah. Tetapi jika kita semua mempunyai keinginan, saya rasa desa Pakawa akan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya,” harap Aswar.

Diakhir acara, Kepala Desa Pakawa Jaya menyampaikan kepada semua kepala dusun apa yang dengar pada sosialisasi dapat dijadikan ilmu untuk diteruskan kepada masyarakat umum.

“Harus kita akui, jika ada kacamata yang menyebutkan desa Pakawa salah satu daerah atau wilayah rawan pada pemilu serentak kedepan. Itu dikarnakan desa Pakawa merupakan desa perbatasan antar provinsi dan juga terpencil,” jelas Jaya.

“Kami atas nama masyarakat Pakawa sangat berterima kasih atas pengawasan kabupaten dan kecamatan, yang selalu ingin berbagi dalam menciptakan pemilu yang sukses,” tutup Jaya. (ndi/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *