Mahasiswa Pukul Dosen, IMM Desak Birokrasi STIE Bertindak Tegas

  • Whatsapp
Mahasiswa Pukul Dosen, IMM Desak Birokrasi STIE Bertindak Tegas

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU — Aksi pemukulan salah seorang mahasiswa terhadap dosen yang terjadi di STIE Muhammadiyah Mamuju disorot oleh sejumlah aktivis kampus. Salah satunya berasal dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Mamuju yang menggelar aksi demonstrasi di halaman STIE, Senin 15 Januari.

Massa aksi menuntut agar birokrasi kampus STIE Muhammadiyah Mamuju berlaku tegas. Salah satu tuntutannya ditujukan ke Ketua STIE MM Moh Ali Chandra agar men Drop Out (DO) pelaku pemukulan terhadap dosen pada Sabtu 13 Januari lalu.

“Pihak kampus harus bertindak tegas. Jangan sampai kejadian serupa kembali terjadi di STIE MM,” ujar Koordinator Lapangan (Korlap) Irwan.

Dia menilai, aksi penganiayaan tersebut merupakan pukulan telak bagi pihak kampus. Irwan menganggap pihak kampus lalai melaksanakan tugas yang berbuntut tindak penganiayaan.

“Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Tentu ini menjadi contoh buruk bagi mahasiswa lain dan merusak citra STIE MM,” jelasnya.

Irwan pun meminta pihak kampus agar lebih selektif menerima mahasiswa. Jangan hanya menerima tanpa meneliti sepak terjang calon mahasiswa. Jika tidak, kemungkinan peristiwa tersebut kembali terjadi.

“Utamanya mahasiswa konversi,” tegas Irwan.

Wakil Ketua II Bidang Keuangan dan SDM Anshar Musman mengatakan, pihak kampus bukan tidak ada upaya menyelesaikan kasus tersebut. Hanya saja ada prosedural yang harus dilalui. Salah satunya menunggu proses hukum di Polda Sulbar.

“Saya dampingi korban melapor ke Polda mengenai kasus ini. Nanti ada hasil baru kami bisa bertindak. Kami tidak ingin ceroboh dalam mengambil sikap,” terang Anshar.

Selanjutnya, kata dia, jika sudah ada hasil, barulah pihak kampus mengambil tindakan. Jika kasus tersebut sudah inkrah dan pelaku diancam pidana, maka ada kemungkinan mahasiswa tersebut dikeluarkan dari kampus.

“Ini kan pelanggaran. Jadi kalau sudah ada payung hukum tetap, baru kami bisa memberikan sanksi tegas. Ada kemungkinan dikeluarkan,” bebernya.

Informasi yang berhasil dihimpun, pelaku melakukan penganiayaan, sebab namanya tidak tertera dalam absen saat hendak mengikuti final semester. Pelaku pun mencari korban dan mendapatinya di masjid. Saat itu penganiayaan tersebut pun terjadi. (bal/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *