Pengendalian Inflasi Tahun 2018, TPID Meyakini Bisa Berjalan Baik

  • Whatsapp
Pengendalian Inflasi Tahun 2018, TPID Meyakini Bisa Berjalan Baik

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mulai merancang strategi untuk program tahun 2018 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulbar, Rabu 17 Januari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin, Ketua DPRD Sulbar Amelia Aras, Kepala KPw BI Sulbar Dadal Angkoro, Kepala OPD Pemprov, Ketua Komisi I DPRD Sulbar, dan para tamu undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin mengatakan dalam mengoptimalkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulbar, pemprov mengajak semua pihak turut andil memberikan kontribusi dalam pengendalian inflasi.

“APBD kita siap untuk digunakan pembangunan infrastruktur maupun penggunaan sektor lainnya dalam mengendalikan inflasi,” kata Ismail.

Ia menambahkan sektor pertanian yang sangat membutuhkan perhatian khusus dengan potensi yang dimilikinya, tetap akan dioptimalkan agar bisa memberikan peningkatan untuk pertumbuhan ekonomi Sulbar tahun 2018.

“Sektor lain juga akan diperhatikan dan kita akan optimalkan dalam penggunaan APBD kita. Semoga tahun 2018 ini bisa lebih ditingkatkan pendapatan daerah,” tambahnya.

Ismail juga menyampaikan distribusi beras impor dari pusat tetap akan dibicarakan. Namun ketersedian beras di Sulbar masih tetap aman dan terkendali.

“Kenaikan harga beras akan tetap kita kendalikan agar tidak terlalu tinggi. Kita akan terus turun melakukan operasi pasar,” ujarnya.

Sedangkan, Kepala KPw BI Sulbar Dadal Angkoro menuturkan pengendalian inflasi tahun 2018 diyakini akan lebih baik dibandingkan tahun 2017.

“Sebelumnya penekanan inflasi tahun 2017 4,1 persen dan untuk tahun 2018 kita targetkan 3,1 persen,” tuturnya.

Sementara, terkait harga beras yang mengalami kenaikan tidak akan terlalu mempengaruhi inflasi. Karena TPID sudah melakukan monitoring untuk mengendalikan harga.

“Kita sudah melakukan pendampingan dan monitoring, begitupun teman-teman yang ada di daerah. Bahkan TPID kabupaten maupun provinsi terus melakukan operasi pasar untuk mengendalikan harga beras,” ungkap Dadal.

Selain itu, Kepala Unit Pengolahan Bulog Regional Mamuju Ismail mengungkapkan telah menyediakan stok beras yang cukup aman dan terkendali.

“Untuk tiga bulan kedepan stok beras kita aman dan terkendali. Kita juga selalu turun melakukan operasi pasar dan Bulog juga menyediakan beras yang bisa dibeli masyarakat di gudang,” tandasnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *