Program Beasiswa Guru Kontrak, Pemprov Bentuk Tim Lapangan

  • Whatsapp
Program Beasiswa Guru Kontrak, Pemprov Bentuk Tim Lapangan

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Pemprov Sulbar berencana akan memberikan beasiswa bagi guru kontrak yang rajin dan disiplin.

Untuk memaksimalkan mendata guru yang berprestasi, Pempeov Sulbar membetuk tim yang dibagi dua wilayah.

Bacaan Lainnya

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan tim dibentuk akan turun melakukan pemantauan, wilayah I memantau di Polman, Majene, dan Mamasa. Sedangkan Wilayah II akan memantau di Mamuju, Mateng, dan Matra.

“Tujuan pemantauan ini, untuk mendeteksi keaktifan para guru di sekolah. Sebab, Pemprov Sulbar mencanangkan program beasiswa pendidikan,” kata Gubernur.

Ia menambahkan guru yang layak mendapatkan beasiswa akan di sekolahkan pada Universitas Negeri Makassar (UNM). Bukan hanya bagi mereka yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), guru honorer berhak mendapatkan. Kesempatan itu terbuka, jika dinilai memiliki kemauan tinggi untuk mengajar.

“Kita akan tanya dia (guru tenaga kontrak, red), mau sekolah apa? Setelah itu daftarkan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar (Disdikbud). Kita siapkan untuk disekolahkan di UNM Makassar,” tambahnya.

Gubernur juga menegaskan tidak akan segan-segan mengganti guru ASN apabila malas mengajar dan malas ke sekolah.

“Ada banyak bakat terpendam dari sejumlah guru kontrak. Apalagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Bakat itulah yang akan dicari tahu kemudian diberi dukungan melalui program beasiswa pendidikan. Makanya kalau ada guru ASN malas kita akan mengangkat guru kontrak untuk menggantikan,” ungkap Gubernur.

Selain itu, perogram tersebut sebagai upaya memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Sulbar. Dasar penilaiannya, tak ada putra putri Sulbar yang mendaftar pada Akademi Kepolisian (Akpol) di pusat. Dengan program beasiswa pendidikan itu, mampu menciptakan guru yang bekerja secara profesional.

“Anggaran pendidikan Sulbar, khususnya untuk program itu sangat terbatas, sehingga program ini akan berjalan bertahap. Pertama kita kirim 30 orang, selanjutnya tahap kedua kirim lagi sesuai kesanggupan anggaran,” terangnya.

Sementara, Sekretaris Disdikbud Sulbar Suardi Mappeabang menuturkan program tersebut telah lama dicanangkan oleh Gubernur. Namun baru bisa dimasukkan dalam program pada tahun anggaran 2018.

“Ini sementara kita rumuskan semua aspek penilaian, setelah itu baru turun ke lapangan. Namun pesan Gubernur untuk tidak membocorkan kapan waktunya,” tandasnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *