Rumah Warga Mulai Terendam, BMKG: Supermoon Belum Mengkhawatirkan

  • Whatsapp
Rumah Warga Mulai Terendam, BMKG: Supermoon Belum Mengkhawatirkan

sulbarexpress.fajar.co.id, MAJENE – Fenomena Supermoon alias bulan purnama tidak perlu diresahkan. Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Majene meminta kepada masyarakat agar penomena supermoon ditanggapi secara biasa.

“Supermoon terjadi sejak 1 Januari, dan bisa dilihat mulai masuk waktu Maghrib saat matahari terbenam dan bulan terbit di ufuk timur,” ujar Musrawati, Perakirawan BMKG Majene, Rabu 3 Januari.

Ia menjelaskan, fenomena supermoon tidak terlepas dari rob dan masyarakat tidak perlu mengkhawatir. “Air laut kedaratan maksimum setiap purnama. Tetapi tidak terlalu dikhawatirkan,” tuturnya.

Dikatakan, terjadinya supermoon disebabkan jarak posisi bulan dengan bumi sangat dekat dengan gaya gravitasi. “Jarak dekat bumi dengan bulan inilah sehingga terjadi air laut pasang, sekitar 0,2 hingga 0,5 meter,” urai Musrawati.

Fenomena supermoon lanjutnya, dikenal dengan purnama perigee, yaitu fase purnama saat bulan berada di titik orbit yang paling dekat dengan bumi (perigee).

Fenomena supermoon merupakan peningkatan parsial gelombang pasang maksimal air laut ke rob akibat dari bertambahnya gaya pasang surut bulan.

“Masyarakat pesisir sudah paham itu, kalau memasuki fase purnama, air laut naik,” katanya.

Ia menambahkan, fenomena pasang laut diprediksi masih akan terjadi dua hingga tiga hari ke depan. “Yang mengkhawatirkan, jika laut pasang dibarengi dengan curah hujan tinggi, tapi sekarang curah hujan mulai reda,” tambahnya.

Pantauan, saat air laut pasang mengaliri sejumlah pemukiman warga disepanjang pesisir terutama di wilayah Kelurahan Pangaliali Kecamatan Banggae.

“Pasang air laut ini sudah biasa, hanya saja barusan lagi pasang air setinggi lutut, kan biasanya hanya sampai kaki saja. Mungkin ini pengaruh supermoon,” kata Ihsan warga pesisir Lingkungan Pangaliali itu.

*Rendam Rumah Warga

Fenomena supermoon di Kota Mamuju mulai meresahkan warga. Bahkan rumah sejumlah warga terendam air laut sejak dua hari terakhir.

Salah satu warga Kota Mamuju Rahman Zainuddin menjelaskan banjir rob akibat fenomena supermoon kali ini cukup parah. Kata dia, khusus di kompleks perumahan Graha Nusa 3, sebagian besar rumah warga sudah terendam.

“Ini baru terjadi sejak lima tahun terakhir. Biasanya seperti ini tiap tahun tapi paling parah sekarang ini,” kata Rahman. (hfd/smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *