Sidang Umum Konfederasi Wartawan ASEAN, Wartawan ASEAN Melawan Fake News

  • Whatsapp
Sidang Umum Konfederasi Wartawan ASEAN, Wartawan ASEAN Melawan Fake News

BANGKOK, SULBAR EXPRESS – Sidang Umum ke-19 Konfederasi Wartawan ASEAN (Confederation of ASEAN Journalists/CAJ) memberikan perhatian serius pada dua hal yang saling berkaitan.

Laporan
Naskah M. Nabhan
Bangkok – Thailand

Bacaan Lainnya

Pertama, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Kedua, penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian yang mendompleng hal pertama.

Presiden Konfederasi Wartawan Thailand, Thepchai Yong, mengatakan, kabar bohong atau hoax dan ujaran kebencian menjadi persoalan yang sedang dihadapi kawasan Asia Tenggara dan seluruh dunia.

CAJ merasa berkewajiban untuk meningkatkan kerjasama dalam hal melawan fake news (berita bohong) dan ujaran kebencian ini. “Thailand akan menggelar berbagai forum di tingkat kawasan untuk memerangi fake news dan ujaran kebencian,” ujar Presiden CAJ 2018-2020 ini.

Adapun dalam laporan yang disampaikan, Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Teguh Santosa menyampaikan dua pekerjaan besar yang sedang dilakukan masyarakat pers Indonesia. Pertama membangun praktik media yang profesional. Kedua membangun tradisi pers yang sehat di kalangan wartawan dengan meningkatkan kompetensi.

Mengutip data yang disampaikan Dewan Pers Republik Indonesia hingga Desember 2017, saat ini ada 950 perusahaan media yang terdaftar dan terverifikasi secara administrasi. Dari jumlah itu, sebanyak 171 telah terverifikasi dan karenanya dinyatakan profesional. Rinciannya adalah, 101 media cetak, 22 stasiun televisi, delapan stasiun radio, dan 40 media siber.

Ditambahkan Teguh, Dewan Pers juga telah menerbitkan kartu kompetensi untuk lebih dari 11 ribu wartawan. “Kedua hal ini, menurut kami adalah cara yang jitu untuk melawan perkembangan kabar bohong dan ujaran kebencian, selain dengan melakukan kampanye literasi media yang massif dan terus menerus kepada anggota masyarakat,” kata Wakil Presiden CAJ ini.

CAJ didirikan untuk memajukan kehidupan jurnalisme dan meningkatkan kehidupan pers yang bebas dan bertanggung jawab selain untuk mempererat hubungan internal wartawan negara-negara anggota ASEAN.

Dalam Piagam CAJ juga disebutkan bahwa organisasi ini didirikan untuk meningkatkan saling pengertian dan kerjasama antarwarga ASEAN demi terwujudnya kesejahteraan, keadilan sosial dan perdamaian serta ikut memperjuangkan aspirasi dan kepentingan warga ASEAN.

Sidang Umum ke-19 Konfederasi Wartawan ASEAN dilaksanakan di The Emerald Hotel, Bangkok, Thailand, 24-28 Januari. Dihadiri delegasi dari Indonesia, Lao, Vietnam, Singapura, Philipina, Malaysia, Kamboja dan tuan rumah Thailand.

Sidang Umum ke-19 CAJ juga dihadiri Asosiasi Wartawan Myanmar (Myanmar Journalists’ Association/MJA) dan Asosiasi Wartawan Seluruh China (All China Journalist’ Association/ACJA) sebagai peninjau. Myanmar akan bergabung dengan CAJ dalam waktu dekat.

Adapun Delegasi Indonesia dipimpin Ketua Bidang Luar Negeri PWI Teguh Santoso. Anggota delegasi lainnya yakni Direktur CAJ Bob Iskandar, Ketua PWI Jambi Saman Muraki, Ketua PWI Kalvar Gusti Yusri, Ketua PWI Bangka Belitung Muhammad Fhaturrahman, Wakil Ketua PWI Bangka Belitung Nico Arfandi dan saya sebagai Ketua PWI Sulbar. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *