GKB Kembali Dengan Empat Program

  • Whatsapp
GKB Kembali Dengan Empat Program

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Setelah sukses dalam program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) dengan total 3.376 orang anak yang dikembalikan pada 2016 lalu. Kini pemkab Mamuju kembali menjalankan program tersebut dengan total 400 orang anak yang dikembalikan untuk bersekolah.

Pada pelaksanaan GKB kali ini turut pula disertai empat program pembangunan yang terintegrasi dalam peningkatan kualitas pendidikan. Diantaranya Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Gerakan Sekolah Bebas Narkoba, Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif dan Gerakan Siswa Menabung Tabungan Haji Sejak Dini yang berlangsung di pelataran Kantor Disdikpora, Kamis 22 Februari.

Bacaan Lainnya

Bupati Mamuju Habsi Wahid mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan satu rangkaian pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan harapan ingin menjadikan Kabupaten Mamuju sebagai daerah yang memiliki kualitas SDM berkualitas.

“Intinya kita melakukan gerakan kemanusiaan untuk generasi kita dimasa yang akan datang. Alhamdulillah hari ini (kemarin, red) kita telah kembalikan lagi 400 anak ke bangku sekolah, insya Allah di masa jabatan kami selama lima tahun, angka putus sekolah bisa kami tuntaskan,” ungkapnya.

Kepada pihak sekolah, Habsi Wahid berpesan agar melakukan evaluasi terhadap metode belajar mengajar yang diterapkan. Ini agar anak yang telah masuk sekolah tersebut dapat bertahan dan angka putus sekolah tidak lagi bertambah.

Sementara untuk empat kegiatan lainnya, ia berharap dapat berjalan dengan baik di sekolah, bila perlu ada perjanjian berupa nota kesepahaman antara sekolah dengan Kejaksaan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Barat. Agar program JMS dan Sekolah Bebas Narkoba dapat terlaksana dengan maksimal.

Berdasarkan laporan Kepala Disdikpora Mamuju Murniani, 400 anak yang kembali bersekolah tersebut berada dijenjang SD dan SMP sederajat dari tiga kecamatan di Kabupaten Mamuju. Yaitu Kecamatan Mamuju, Simboro dan Kalukku.

Sedangkan Jaksa Masuk Sekolah, Murniani menjelaskan kegiatan tersebut untuk memberikan arahan dan pemahaman tentang aturan dan hukum agar siswa tidak hanya memahami, tapi juga patuh terhadap hukum.

Begitupun dengan gerakan sekolah bebas narkoba, bertujuan memberikan pemahaman dan penyuluhan kepada anak agar mengetahui bahaya penggunaan narkoba sehingga mereka dapat menjadi pejuang anti narkoba.

Adapun penyelenggaraan pendidikan inklusif, kata Murniani, bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada semua anak termasuk anak disabilitas untuk dapat mendapatkan pendidikan bersama dengan anak lainnya.

“Mulai 2018 ini, anak-anak berkebutuhan khusus dapat masuk di sekolah regular dimanapun, jadi kalau ada anak berkebutuhan khusus di sekolah, nanti guru di sekolah tersebut akan diberikan pelatihan. Bukan guru baru yang diangkat karena sangat susah gurunya. Jadi nanti diberi pelatihan, kami akan bekerjasama dengan pemerintah pusat,” papar Murniani.

Sementara tabungan haji bagi anak, merupakan program yang mengedukasi anak agar dapat menabung sejak dini dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas keimanan mereka. (bal/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *