Wantimpres Diminta Ikut Selesaikan Persoalan Pertanian

  • Whatsapp
Wantimpres Diminta Ikut Selesaikan Persoalan Pertanian

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) I Gusti Kompyang (I.G.K) Manila berkunjung ke ibukota Sulawesi Barat.

Maksud kedatangannya ialah melihat sejauh mana perkembangan hasil pertanian, perkebunan dan perikanan.

Bacaan Lainnya

Kedatangan IGK Manila menggantikan Jan Darmadi yang sempat dijadwalkan ke Mamuju namun tak jadi lantaran sebab yang tak dijelaskan. Kedatangan Wantimpres kali ini pun disambut antusias Pemkab Mamuju dan Pemprov Sulbar beserta para nelayan dan petani di ruang pola Kantor Bupati Mamuju, Kamis 22 Februari.

Bupati Mamuju Habsi Wahid usai pertemuan dengan Wantimpres mengungkapkan sejumlah hasil budidaya perkebunan dan pertanian maupun hasil perikanan di Mamuju saat ini sudah sangat baik. Namun masih terdapat beberapa kendala dalam meningkatkan hasil tersebut.

“Kendala seperti kurangnya alat mesin pertanian, penambahan lokasi cetak sawah, bantuan pupuk dan bibit. Diperikanan juga kita perlu pembangunan cool storage serta kemudahan pengurusan surat izin kapal untuk nelayan kita, itu menjadi perhatian kami selaku pemerintah daerah untuk disampaikan ke Wantimpres yang hadir hari ini (kemarin, red),” ungkap Habsi Wahid.

Mengenai apakah kendala-kendala tersebut akan ditindaklanjuti, Habsi Wahid menyerahkan sepenuhnya ke Wantimpres agar dapat disampaikan ke Presiden RI Joko Widodo secara langsung

“Pendapat dan masalah yang kami sampaikan akan mereka (Wantimpres, red) tampung untuk selanjutnya dicocokkan saat kunjungannya besok (hari ini, red) ke Kecamatan Kalukku untuk melihat secara langsung potensi daerah kita dan kendala apa saja yang dapat diselesaikan,” papar Habsi.

Sementara itu, I.G.K Manila yang merupakan Sekretaris Wantimpres mengungkapkan bahwa pihaknya menyusun laporan mengenai hal tersebut untuk selanjutnya diserahkan ke Presiden.

“Setelah kita mendengar pemaparan para petani, pekebun dan nelayan tadi dan juga meninjau beberapa titik besok, kami akan segera membuat Nastim (Naskah pertimbangan, red) yang akan disodorkan ke Presiden. Kemudian juga Nastim ini akan kita kaji selama enam bulan dan menghasilkan naskah kajian untuk selanjutnya menjadi bahan pertimbangan Presiden membuat terobosan,” ungkapnya

Ia juga menambahkan masih rendahnya nilai harga komoditi sektor perikanan, pertanian dan perkebunan juga memicu rendahnya tingkat kesejahteraan bagi masyarakat yang berkecimpung dalam sektor tersebut. Hal-hal itu akan dicari solusinya bersama Wantimpres yang lain untuk dirumuskan kedalam Nastim.

“Setelah Nastim yang kita susun dan disrahkan ke Presiden itu juga tidak serta merta langsung ada bantuan, semua butuh proses dan kajian mendalam. Ini hanya merupakan gambaran mengenai potensi daerah ini dan saya diutus untuk menggali hal tersebut,” tandasnya. (bal/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *