Akses Kalumpang-Bonehau Masih Memprihatinkan

  • Whatsapp
Akses Kalumpang-Bonehau Masih Memprihatinkan

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU –– Akses jalan dan jembatan yang berada di Kecamatan Kalumpang dan Bonehau hingga kini masih terbatas, berbagai wacana serta janji sudah kerap kali terlontar. Hanya saja bukti pembangunan masih minim.

Anggota Komisi I DPRD Mamuju Kendeng mengungkapkan saat ini wilayah Kalumpang dan Bonehau masih menunggu janji pemerintah untuk membangun akses di wilayah yang merupakan kecamatan tertua yang ada di Kabupaten Mamuju itu.

Bacaan Lainnya

“Sampai saat ini kami masyarakat Kalumpang dan Bonehau masih menunggu perbaikan akses jalan. Sudah sangat lama semenjak pertama kali dibuka, jalan di sana belum tersentuh perbaikan. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah kabupaten juga provinsi dan pusat,” ungkap Kendeng, Selasa 6 Maret.

Menurutnya, telah ada janji Bupati Mamuju Habsi wahid saat melantik kepala desa di Kalumpang pada Januari lalu, bahwa akan membangun akses jalan dari pusat kecamatan Kalumpang ke desa Karataun dengan menggunakan anggaran sebanyak Rp 12 miliar pada APBD.

“Kami harap hal itu benar direalisasikan. Berapapun banyaknya anggaran tak akan cukup jika kita tidak mulai. Pemkab Mamuju sebenarnya bisa mengawali pembangunan dari desa Buttuada ke desa Banuada Kalumpang. Baru selanjutnya dari desa Banuada ke Bonehau secara bertahap, saya rasa itu bisa sehingga akses jalan seluruhnya dapat terhubung,” paparnya.

Ditambahkan, hanya saja sampai saat ini Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Mamuju masih belum disahkan sehingga ada tarik ulur antara pemkab dan provinsi dalam menentukan kewenangan membangun jalan yang berad di dua kecamatan tersebut. Namun itu bukan berarti pemerintah berlepas tangan dengan kondisi yang ada.

“Selain jalan, masih ada 38 titik anak sungai dari Bonehau hingga Kalumpang yang memerlukan pembangunan jembatan dan gorong-gorong. Ini juga kami harap dapat menjadi peehatian pemerintah. Sudah ada empat jembatan yang dibangun oleh PLN, sisanya kami masih menunggu perhatian pemerintah,” tambah anggota legislatif Komisi I DPRD Mamuju itu.

Keempat titik jembatan yang sementara dibangun oleh pihak ketiga tersebut ialah di desa Buttuada, desa Hinua, desa Kalumpang dan desa Mappu. Yang telah selesai menurut Kendeng berada di desa Hinua dan desa Mappu.

“Jika pemerintah tidak mampu membangun jalan antar kecamatan karena faktor anggaran. Mungkin bisa diusahakan pembangunan jalan antar desa, karena jarak antar desa yang ada di Bonehau Kalumpang berjauhan. Contohnya dari desa Karataun ke desa Makkaliki, dibuka pertamakali pada tahun 1999 sampai saat ini tidak diperhatikan lagi perbaikannya,” tandas politisi PKPI tersebut. (bal/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *