Ambil “Singgasana” Nasdem Sulbar, Habsi Siap Besarkan Partai

  • Whatsapp
Ambil "Singgasana" Nasdem Sulbar, Habsi Siap Besarkan Partai

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Teka-teki jabatan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulbar pasca bergabungnya Bupati Mamuju Habsi Wahid akhirnya terjawab.

Surat Keputusan (SK) DPP Nasdem Nomor 064/-DPP – Nasdem/III/2018 tertanggal 6 Maret, menyebutkan bahwa Partai Nasdem Sulbar secara resmi diambil alih kepemimpinannya oleh Habsi Wahid dari pejabat sebelumnya Abdul Rahim sebagai ketua DPW Sulbar.

Bacaan Lainnya

Habsi Wahid mengungkapkan keputusan DPP Nasdem yang menunjuk dirinya selaku Ketua DPW Sulbar merupakan kesepakatan bersama seluruh kader Nasdem di wilayah Sulbar yang mengusulkan namanya selaku ketua serta Jayadi sebagai sekretaris dan Hendra Pradana selaku bendahara.

“Ini bukan kehendak saya menggantikan Abdul Rahim, bukan juga kehendak salah satu pihak, tapi ini kehendak bersama secara kolektif yang sama-sama memiliki satu tujuan yaitu membesarkan partai Nasdem,” tegas Habsi Wahid saat berbicara di konferensi pers Partai Nasdem Sabtu 10 Maret.

Habsi pun juga mengapresiasi kinerja Abdul Rahim dalam membesarkan partai di Sulbar. Mantan ketua DPW Nasdem Sulbar itu kini diberi jabatan baru sebagai Wakil Ketua Komando Pemenangan Wilayah (Konferwil) Nasdem Sulbar.

Sebelumnya pucuk pimpinan partai dengan jargon gerakan restorasi tersebut sempat pula diduduki oleh Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar. Namun kepemimpinannya tak berjalan lama.

Usai memperlihatkan SK yang diterimanya, Habsi pun berkomitmen akan membesarkan partai dan menarget perolehan kursi disetiap kabupaten.

“Kedepan kita akan bersama-sama bekerja membesarkan partai Nasdem dengan perolehan sejumlah kursi di DPRD. Usai menerima SK ini, kami diberikan amanah untuk menyusun kepengurusan DPW Nasdem yang ada di Sulawesi Barat, dan dalam jangka waktu 15 hari kedepan akan kami serahkan ke DPP Nasdem,” papar Habsi.

Rencananya usai menyodorkan susunan kepengurusan tersebut, dalan waktu dekat Habsi Wahid bersama jajarannya di DPW Nasdem Sulbar akan menggelar pelantikan yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

“DPP telah menjadwalkan untuk pelantikan pengurus, Insyaallah 24 Maret kedepan Ketum Nasdem Bapak Surya Paloh akan datang ke Mamuju mengukuhkan pengurus wilayah partai Nasdem di Sulbar,” aku Habsi.

 

Target Unsur Pimpinan DPRD

Partai Nasdem yang baru saja dinakhodai Habsi Wahid yang saat ini juga menjabat sebagai Bupati Mamuju mulai menebar ancaman bagi partai-parti besar di wilayah Sulbar.

Ketua DPW Partai Nasdem Sulbar yang baru saja ditunjuk berharap partainya dapat menempatkan kader sebagai salah satu unsur pimpinan di DPRD yang ada di wilayah Sulbar.

“Kami target satu kursi di DPR RI. Di tingkat provinsi kami optimis mampu meraih delapan sampai sembilan kursi dari perwakilan kabupaten. Di tingkat kabupaten saya kira bervariasi. Tapi yang pasti, kami akan menghadirkan satu kursi pimpinan di setiap kabupaten,” ujar Habsi.

Habsi sadar merealiasikan itu tidak mudah. Olehnya ia tak akan melakukan rotasi kepemimpinan di tingkat kabupaten. Sebaliknya, Habsi mengaku akan menguatkan sinergitas, kerja sama dan semangat dalam mendongkrak kinerja.

“Tetap (unsur pimpinan setiap kabupaten, red). Tapi kita akan perkuat kapabilitasnya untuk merealisasikan visi misi partai sebagai gerakan restorasi,” tegasnya.

Habsi juga berharap dukungan seluruh pihak untuk ikut membesarkan partai besutan Surya paloh tersebut. Khususnya bagi warga yang ingin mengimplementasikan sikap demokrasi dalam berbangsa dan bernegara.

“Saya berharap kepada selururh masyarakat bisa mendukung kami dalam membesarkan partai ini,” kata Habsi.

 

Bersikap Profesional

Ditunjuknya Habsi Wahid Sebagai Ketua DPW Partai Nasdem Sulawesi Barat tak pelak memunculkan riak di beberapa kalangan yang mempertanyakan indepensi dirinya yang juga menjabat sebagai Bupati Mamuju saat ini.

Dalam konferensi pers Partai Nasdem yang digelar di Warkop Kanneq Sabtu 10 Maret lalu, Habsi Wahid pun menegaskan bahwa dirinya akan bersikap profesional dan proporsional sebagai pimpinan partai dan kepala daerah.

Tidak mencampuradukan kepentingan politik dan birokrasi. Apalagi jika harus mengintervensi ASN untuk ikut berkonsolidasi politik.

“Partai politik adalah suatu sistem demokrasi yang ada di negara kita. Dalam melaksanakan pemerintahan tentu kita tidak melihat warna, jika kita berbicara pemerintahan tentu kita lepaskan atribut itu. Yang kita pedomani adalah amanah dari rakyat untuk memajukan daerah ini,” tegas Habsi.

Mengenai banyaknya branding dirinya sebagai tokoh Nasdem pada kendaraan sebagian masyarakat yang kemungkinan diantaranya merupakan keluarga dari ASN Pemkab Mamuju dan Pemprov Sulbar, Habsi mengaku bahwa hal tersebut tidak melanggar dan merupakan kebebasan setiap orang dalam bersikap.

“Negara ini sistem demokrasi, jadi tidak ada sekat. Apalagi mengendepankan salah satunya. Kedua kepentingan ini penting untuk mensejahterakan rakyat. Kalau sebagai pejabat daerah, atribut partai harus dilepas. Begitu sebaliknya,” papar Habsi.

Menurut Habsi, Nasdem adalah partai fleksibel yang mengedepankan kinerja, bukan opini. Habsi juga meminta dukungan seluruh warga untuk ikut membesarkan partai besutan Surya paloh tersebut. Tapi kapabilitasnya sebagai ketua partai, bukan seorang bupati. (bal/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *