Diklat Teknis Substanti Resmi Ditutup, Kemenag: Pembangunan Bangsa Tugas Kita Semua

  • Whatsapp
Diklat Teknis Substanti Resmi Ditutup, Kemenag: Pembangunan Bangsa Tugas Kita Semua

sulbarexpress.fajar.co.id, PASANGKAYU – Diklat teknis substantif media pembelajaran berbasis multimedia yang digelar selama enam hari oleh Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu resmi ditutup Kepala Kemenag, Senin 12 Maret.

Dalam sambutan Kepala Kemenag Pasangkayu Musrafa mengatakan ilmu yang telah didapat pada diklat kali ini, mengingat akan pentingnya tugas dan tanggungjawab sebagai seorang guru madrasah dalam mengembangkan pendidikan karakter bagi peserta didik sebagai ciri khas jati diri bangsa Indonesia.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan pendidikan nasional bertujuan menjadikan manusia Indonesia yang terampil dalam bidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi, memiliki etos kerja dan daya saing serta memiliki karakter dan jatidiri bangsa yang kuat dengan bertumpu pada keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia.

“Agama sebagai sumber nilai spiritual, moral dan etik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Menurutnya, pembangunan bidang agama merupakan upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pengetahuan dan penghayatan umat beragama terhadap nilai-nilai keluhuran, keutamaan dan kebaikan yang terkandung dalam ajaran agama.

“Pembangunan dibidang agama dapat berhasil jika guru madrasah pun memainkan perannya. Pembangunan dibidang agama adalah tugas kita bersama termasuk anda sekalian yang sudah mengikuti diklat ini,” katanya lagi.

Mustafa berharap, para peserta dapat mengejawantah dalam perilaku dan akhlak mulia peserta didik sehingga dapat menghasilkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang bermartabat dan berkeadilan.

Salah satu peserta diklat perwakilan dari Madrasah Ibtidiayah (MI) DDI Pasangkayu, Arpiah Asyudi mengungkapkan banyak terimakasih kepada Kemenag Pasangkayu untuk terus memikirkan sumber daya manusia bagi guru khususnya guru madrasah.

“Kami sadari, untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik pada pembuatan media pembelajaran dan meningkatkan pengetahuan keahlian, keterampilan dalam proses pembelajaran dan sikap mental guru, seorang guru seharusnya selalu diikutkan diklat seperti ini,” singkat Arpiah. (ndi/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *