Formasi CPNS Pusat dan Daerah Ditetapkan Mei, Pemerintah Rekrut 100 Ribu Guru

  • Whatsapp
Formasi CPNS Pusat dan Daerah Ditetapkan Mei, Pemerintah Rekrut 100 Ribu Guru

sulbarexpress.fajar.co.id, JAKARTA – Badan Kepegawaian Negara (BKN) saat ini tengah menggodok usulan kebutuhan penambahan CPNS baru.

Tahun ini, formasi terbanyak akan diplotkan bagi daerah. Sebab ini baru kali pertamanya rekrutmen dibuka setelah moratorium sejak 2014.

Bacaan Lainnya

Menurut Kepala BKN Bima Haria Wibisana, formasi CPNS pusat dan daerah akan ditetapkan paling lambat Mei. Usulan yang masuk sementara dianalisa untuk menetapkan kira-kira berapa angka pasnya.

Dia menyebutkan, banyak instansi terutama daerah mengajukan kebutuhan pegawai baru yang cukup besar. Bila dijumlahkan angkanya melebihi jumlah PNS yang pensiun sekitar 250 ribu orang.

“Analisa harus dilakukan. Enggak mungkin semua permintaan instansi dipenuhi. Kalau dipenuhi semua, bisa bangkrut negara. PNS pensiun sekira 250, tapi yang dimintakan lebih dari itu. Ya enggak bisa kami beri karena rekrutmen CPNS kan zero growth,” terang Bima, Kamis 8 Maret.

Nantinya, penetapan formasi masing-masing instansi akan berbeda-beda, yang duluan mengajukan usulan, itu diutamakan. Sedangkan yang belakangan, juga terakhir penetapan formasinya.

Mengenai adanya daerah yang tidak diberi formasi CPNS, menurut Bima, bisa terjadi. Ini terutama untuk daerah-daerah yang belanja pegawainya sudah di atas 50 persen.

“Kan masih banyak tuh daerah yang APBD-nya tersedot di belanja pegawai. Ini enggak akan diberi kecuali formasinya sangat urgent. Itupun jumlahnya tidak banyak,” terangnya.

Sementara itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan merekrut seratus ribu guru dalam seleksi CPNS 2018.

Menurut Plt Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Hamid Muhammad, jumlah itu sesuai hasil diskusi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

“Dari hasil pembahasan dengan KemenPAN-RB, jumlah guru yang bisa kami rekrut adalah 1,5 kali jumlah guru pensiun. Guru PNS yang pensiun ada 62 ribu orang. Jadi, yang bisa direkrut sekitar seratus ribu orang,” jelas Hamid, kemarin.

Berdasar data Direktorat Jenderal GTK, kekurangan guru di Indonesia mencapai 988 ribu orang. Namun, setelah dihitung kembali, kekurangan guru di sekolah negeri menjadi 733 ribu. Kekurangan guru itulah yang diselesaikan bertahap oleh Kemendikbud.

Hamid mengatakan, seratus ribu guru CPNS itu akan disebar di TK, SD, SMP, dan SMA. Akan tetapi, Hamid belum bisa memastikan apakah seratus ribu itu sudah finalisasi atau tidak. Pasalnya, formasi penetapan CPNS 2018 baru ditetapkan pada Mei.

“Kami berharap kuota seratus ribu itu tidak dikurangi. Sebab, jumlah guru di tanah air sudah banyak berkurang dan ini membahayakan jalannya operasional pendidikan,” kata Hamid.

Guru Honor

Guru honorer kategori satu (K1) dan kategori dua (K2) memiliki peluang menjadi guru CPNS. Pasalnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan merekrut seratus ribu guru CPNS pada tahun ini.

Namun, para honorer itu harus mengikuti tes kompetensi dasar (TKD) maupun administrasi sesuai Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Enggak boleh jadi CPNS kalau enggak pakai tes. Mau K1 atau K2 wajib ikut tes,” ujar Hamid.

Dia mengakui, banyak guru honorer K1 maupun K2 yang tidak mau mengikuti tes. Meski begitu, Kemendikbud tetap akan berpegang pada aturan yang berlaku.

“Kalau alasannya sudah pernah tes dan gagal, ya, ikut lagi tes sampai gol,” ucap Hamid.

Mengenai janji Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mengangkat guru honorer menjadi CPNS, menurut Hamid, tetap harus sesuai UU ASN. Dia menegaskan, pemerintah tidak mungkin mengangkat guru honorer dengan melabrak aturan. (jpnn/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *