Marak Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Puspa Sulbar Komitmen Beri Perlindungan

  • Whatsapp
Marak Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Puspa Sulbar Komitmen Beri Perlindungan

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2&KB) Sulbar melaksanakan workshop di Hotel D’Maleo, Rabu hingga Kamis (7/8) Maret.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Penguatan pemberdayaan perempuan perlindungan anak bagi forum komunikasi PUSPA di Provinsi Sulawesi Barat”.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan Shadri Nuranti mengatakan kegiatan workshop dilaksanakan dengan forum partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak (Puspa) yang sudah di SK-kan.

“Forum ini sudah dibentuk pada bulan November tahun 2017 dan sudah di SK-kan oleh Gubernur Sulbar. Kami berkomitmen untuk menyejahterakan perempuan dan anak,” kata Shadri.

Ia menambahkan komitmen tersebut sejalan dengan maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Sulbar. Sehingga Dinas P3AP2&KB bekerjasama dengan semua elemen untuk ikut terlibat menekan angka kekerasan maupun pelecehan terhadap perempuan dan anak.

“Memang kita berkomitmen berkerja untuk menyejahterakan perempuan dan anak di wilayah Provinsi Sulawesi Barat,” tambahnya.

Shadri juga menyampaikan forum Puspa bukan sekedar dibentuk, melainkan ada aksi nyata di lapangan kedepan dalam mengawal dan mendampingi para korban kekerasan maupun pelecahan perempuan dan anak.

“Kita akan melakukan aksi di lapangan, kemudian hasil yang kita dapat akan dibawa pada rakornas di Semarang yang akan diselenggarakan oleh pusat,” ungkap Shadri.

Selain itu, berbagai program yang direncanakan Puspa Sulbar kepada pemerintah pusat, sehingga ada upaya dalam mengatasi maupun memberdayakan perempuan dan anak di Sulbar yang sering kali mengalami kasus pelecahan dan kekerasan.

“Kita akan membawa sejumlah penawaran program terkait three end yaitu akhiri kekerasan perempuan dan anak, akhiri trafficking, dan akhiri kesenjangan perekonomian perempuaan,” tandasnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *