Pengungsi Pindah ke Gedung PKK

  • Whatsapp
Pengungsi Pindah ke Gedung PKK

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Pengungsi yang menjadi korban banjir bandang pada Kamis 21 Maret lalu yang mendiami aula Mapolres Mamuju selama empat malam terakhir akhirnya dipindahkan ke gedung PKK Mamuju, di Jalan AP Pettarani Kelurahan Binanga, Minggu 25 Maret.

Kepindahan tersebut sebagai upaya agar tempat penampungan pengungsi banjir bandang bisa lebih layak bagi korban. Kapolsek Mamuju AKP Adi Chandra mengungkapkan kondisi aula yang selama ini sebagai posko sementara sangat sempit ditambah tidak tersedia dapur umum yang memadai untuk mengolah bahan makanan para pengungsi.

Bacaan Lainnya

“Kalau di sini (gedung PKK, red) lebih luas. Supaya saudara-saudara kita juga bisa merasa lebih nyaman,” ujar AKP Chandra.

Ditambahkan bahwa Mapolres Mamuju saat ini juga menjadi pusat pelayanan Kamtibmas masyarakat sehingga akan terganggu pelayanan ketika posko pengungsian turut digabung

“Kan seluruh pelayanan ada di sana, jangan sampai menganggu warga lain juga,” kata dia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju Hamdhan Malik menjelaskan, hingga saat ini korban yang tertampung ada 37 KK. Korban yang dipindah berasal dari penampungan sementara di lingkungan Simbuang dan Polres Mamuju.

“Angka korban yang kami tampung menurun. Kemarin ada 80-an KK, sekarang hanya 77 KK atau 167 jiwa. Penurangan ini terjaid karena banyak warga yang meminta pulang untuk membenahi rumah mereka,” Jelas Hamdhan.

Dijelaskan, selama di penampungan baru, BPBD beserta OPD dan terkait lain menyiapkan berbagai bantuan. Mulai makanan, pakaian bahkan sampai pada kebutuhan anak dan balita. BPBD Mamuju juga menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Mamuju untuk menyokong korban melalui perawatan medis.

“Di sini kami penuhi kebutuhannya. Sementara itu kami juga salurkan bantuan lain bagi korban yang tidak tertampung,” terangnya.

Sekretaris Dinkes Mamuju Mansyur mengungkapkan, untuk perawatan medis, Dinkes menyiapkan satu dokter umum dan tiga perawat di tempat penampungan. Petugas medis berasal dari puskesmas yang ada di kota Mamuju.

“Setiap hari dokter dan perawat yang bertugas digilir. Hari ini dari Puskesmas Bambu, besok puskesmas lain. Tapi hanya puskesmas dalam kota saja, karena jaraknya dekat,” ucap Mansyur.

Saat beroperasi, Dinkes menyiapkan alat kesehatan dan beragam obat. Diantaranya obat diare, demam, gatal dan obat penyakit lain yang kerap menjangkit korban selama di penampungan.

“Kita bawa banyak peralatan dan obat. Supaya semua bisa mendapat pengobatan yang baik dan maksimal,” tandasnya. (bal/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *