Rekrutmen Panwaslu Kelurahan dan Desa, Panwaslu Rakor Persiapan Bersama 12 Panwascam

  • Whatsapp
Rekrutmen Panwaslu Kelurahan dan Desa, Panwaslu Rakor Persiapan Bersama 12 Panwascam

sulbarexpress.fajar.co.id, PASANGKAYU – Dalam rangka pelaksanaan pemilu tahun 2019 dan untuk memaksimalkan tugas-tugas pengawasan dalam mengawal tahapan proses tersebut, Panwaslu melaksanakan rekor pembentukan Panwaslu kelurahan dan desa bersama 12 Panwascam, di ruang Gakumdu Panwaslu Pasangkayu, Selasa 13 Maret.

Ketua Panwaslu Kabupaten Pasangkayu, Syamsudin mengatakan, rapat ini sebagai tindaklanjut hasil rapat koordinasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Barat beberapa hari yang lalu.

Bacaan Lainnya

Syamsudin mengungkap, berbeda dengan rekrutmen Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang seluruh prosesnya dilakukan oleh Panwaslu Kabupaten, untuk rekrutmen Panwaslu kelurahan dan desa ini seluruh prosesnya akan dilakukan oleh Panwascam pada masing-masing di 12 kecamatan di Pasangkayu.

“Jadi pangawas dibentuk diseluruh kelurahan dan desa yang ada dalam wilayah kecamatan. Jumlah pengawas satu orang untuk kelurahan dan desa. Untuk Kabupaten Pasangkayu sendiri dibutuhkan 63 orang pengawas,” jelas Syamsudin.

Dirinya meminta kepada masing-masing Panwascam agar dalam rekrutmen pengawas segera membentuk kelompok kerja masing-masing. Dan pelaksanaanya harus dilakukan
secara transparan, sesuai kriteria yang telah diatur dalam rekrutmen.

“Jangan sekali-kali ada istilah titip-titipan. Saya sendiri yang akan memprosesnya jika ada yang ketahuan, ini janji saya jangan ada lagi, main-main seperti tidak ada istilah titipan. Saya sendiri yang berjanji, jika itu ketahuan akan saya tindak lanjuti dan di proses,” tegas Syamsudin.

Peserta rakor yang juga ketua Panwascam Doripoku Ahmad menyatakan siap menjalankan rekrutmen pengawas berdasarkan juknis dan aturan yang dipakai saat ini.

“Dikarenakan ini merupakan tugas dan instruksi Panwaslu tingkat kabupaten, kami pengawas tingkat kecamatan segera menyiapkan segala sesuatunya seperti pembentukan kelompok kerja terlebih dahulu,” singkat Ahmad. (ndi/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *