Bupati Temui Sekjen Kementerian DPTT

  • Whatsapp
Bupati Temui Sekjen Kementerian DPTT

sulbarexpress.fajar.co.id, MAJENE – Impian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene, untuk mengembangkan transmigrasi Maulta (Malunda Ulumanda dan Tammerodo) kini menjadi kenyataan.

Impian ini terkabul setelah Bupati Majene Fahmi Massiara melakukan audiens dengan Sekjen Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPTT) Anwar Sanusi, di Jakarta, Jumat 27 April.

Bacaan Lainnya

“Hasil audiensnya pak bupati dengan pak Sekjen, akan dibantu peningkatan jalan menuju kawasan transmigrasi pada anggaran 2019,” terang Sufyan Ilbas Kasubag Protokoler Setda Majene, melalui sambungan WhatsAppnya.

Kata dia, saat bertemu dengan Sekjen Kementerian DPTT bupati didampingi Kapala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muh Asri Albar yang selama ini menggagas transmigrasi Maulta berdasarkan visi misi bupati Majene.

“Menurut pak Asri Albar, untuk pengembangan transmigrasi Maulta berdasarkan SK Kementerian DPTT, yang sudah ditetapkan beberapa bulan lalu, sehingga pak bupati bersama pak Asri Albar melakukan audiens dengan pak Sekjen,” urai Sufyan.

Sebelumnya, Muh Asri Albar menuturkan, Kementerian menetapkan sedikitnya 144 kawasan pengembangan trasmigrasi di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk kawasan pengembangan transmigrasi di Kecamatan Ulumanda.

Ada tiga jenis program pengembangan transmigrasi untuk kawasan pengembangan Ulumanda, yakni Pembangunan Transmigrasi Baru (PTB), Satuan Pemukiman Pemugaran (SP Pugar) dan Tempatan Transmigrasi.

“Saya akan uraikan. Pertama untuk PTB, mendatangkan warga transmigrasi dari luar yang direncanakan daerah tujuan yaitu Tamajannang Desa Ulumanda, kemudian SP Pugar memberdayakan masyarakat lokal, serta Tempatan Trasmigrasi adalah perbaikan fasilitas penunjang,” urai Asri.

Asri mengatakan, dengan keluarnya SK menteri untuk Ulumanda sebagai kawasan pengembangan transmigrasi, maka peningkatan infrastruktur jalan tidak hanya di kawasan pemukiman transmigrasi.

“Peningkatan infrasruktur jalan juga akan dilakukan diluar kawasan transmigrasi, seperti jalan Tabojo ke Ba’ba Lombi, serta beberapa sarana penunjang kawasan trasmigrasi lainnya,” pungkas Asri Albar. (hfd/smd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *