Kebun Raya Bulo jadi Kawasan Agro Wisata

  • Whatsapp
Kebun Raya Bulo jadi Kawasan Agro Wisata

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI – Potensi Wisata yang dimiliki Polman semakin diperhatikan, kali ini Kebun Raya Bulo mulai diperkenalkan Pemkab Polman sebagai salah satu wisata kuliner yang pantas dikunjungi wisatawaan yang berkunjung ke Polman.

Kebun raya Bulo memiliki luas sekira 100 hektar yang didominasi tanaman pohon durian montong serta aneka hasil tanaman perkebunan lainnya. Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar meresmikan kebun raya Bulo ini di Desa Ihing Kecamatan Bulo, Kamis 5 April.

Bacaan Lainnya

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan dengan terbukanya kebun raya Bulo bisa menjadi tempat piknik dan berekreasi bagi masyarakat, selain itu ia meminta untuk selalu melestarikan alam sekitar dengan tidak lagi menebang pohon di kawasan hutan.

“Kebun raya Bulo ini akan kita canangkan menjadi kawasan agro wisata terpadu sedangkan Mamuju kita mau buka kawasan industri, dan kabupaten lainnya kita harapkan mengembangkan kawasan pariwisata dan kawasan olah raga,” kata Gubernur.

PJs Bupati Polman Amujib menjelaskan sejak keberadaan kebun raya Bulo baru kali ini yang pertama Gubernur akan menetapkan sebagai daerah agro wisata, tentunya seluruh petani di kebun raya Bulo dapat memanfaatkan hal ini.

“Idealnya kawasan agro wisata Bulo harus di desain, saya mengharapkan kepada pak camat dan kepala desa harus memberikan progress kepada pemkab Polman tentunya progress yang ada harus dikoordinasikan dengan instansi terkait,” ungkap Amujib.

menurutnya, terbukanya Kebun raya Bulo juga akan membuka lapangan kerja baru sehingga masyarakat desa tidak lagi berbondong-bondong menjadi PNS atau karyawan untuk lari ke kota.

“Kita inigin pengembangan daerah agro wisata kawasan Bulo bisa terintegrasi.” terangnya.

Sekretaris Dinas Pertanian Pemprov Sulbar Tanawali mengungkapkan sesuai arahan gubernur semua keluhan petani di kebun raya Bulo akan ditindak lanjuti, kata dia, kebun raya Bulo perlu dipromosikan secara luas sehingga kawasan perkebunan ini bisa dikenal secara nasional.

“Petani di kebun raya Bulo ini akan kita bawa studi banding ke IPB. Tentunya juga kawasan ini bisa diperkenalkan secara nasional melalui media publikasi sehingga posisinya bisa menyaingi kebun raya Bogor di Jawa Barat,” ungkap Tanawali.

Sementara itu, salah satu petani di kebun raya Bulo Aco Masruddin Mogot mengeluhkan bagaimana kebun raya bulo bisa diangkat lebih baik daripada apa yang ada pada hari ini, tidak hanya di janji saja kemudian diberikan harapan tapi tidak ditindak lanjuti. Menurutnya, terkait pemasaran hasil perkebunan sampai saat ini belum ada kendala tapi tidak menutup kemungkinan dua atau tiga tahun mendatang di kala panen durian akan melimpah bila pemerintah tidak masuk intervensi maka petani akan kewalahan.

“Luas kebun raya Bulo itu lebih 100 hektare, hasil panen durian montong tidak bisa di prediksi tapi setiap pohon bila berbuah maksimal dapat menghasilkan dua kwintal per pohon dengan usia delapan sampai sembilan tahun, untuk kebun saya saja sendiri ada 400 pohon belum yang lain, olehnya kami harapkan adanya sentuhan pemerintah jangan hanya dijanji saja,” tandasnya. (ali/hab)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *