BNN Amankan Sabu dari Malaysia

  • Whatsapp
BNN Amankan Sabu dari Malaysia

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulbar kembali menangkap kurir narkoba saat hendak keluar dari pelabuhan Fery Mamuju pada hari Kamis 3 Mei lalu. Kali yang diamankan ada dua orang.

Adapun yang diamankan yakni HS (31) asal Majene dan Usman (27) Polman. Dari tangan kedua tersangka BNN Sulbar mengamankan sabu seberat 1,5 kilogram. Narkoba tersebut tersangka ambil dari Sangata Kaltim dan akan diantar ke Polman, melalui jalur darat.

Bacaan Lainnya

Kabid Pemberantasan BNN Sulbar AKBP Herman mengatakan dari introgasi awal diketahui bahwa kedua orang tersangka tersebut merupakan kurir. Keduanya akan mengantarkan sabu tersebut kepada salah satu bandar narkoba di Polman. Kedua tersangka tersebut telah menjadi target operasi sejak satu bulan lalu.

“Rencananya barang haram tersebut akan dibawa ke Polman, kepada salah seorang bandar yang tidak diketahui namanya. Tersangka kini kami amankan di BNN,” kata Herman, saat melakukan konfrensi perss di kantor BNN Sulbar, Jumat 4 Mei.

Ia menambahkan pihaknya sudah lama mengintai pelaku. Namun baru dilakukan penangkapan ketika diketahui membawa barang bukti. Meski barang tersebut diambil dari Kaltim, namun dari paking barang diduga berasal dari Malaysia.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan BNN Kaltim untuk melakukan penyidikan lanjutan. Karena ada dugaan selain pemain antar provinsi, besar kemungkinan ini adalah jaringan luar negeri jika melihat model paketnya,” tambahnya.

Herman juga menyampaikan dari penyidikan tersangka mendapatkan upah sebesar Rp50 juta satu kali transaksi. Ini menandakan jaringan ini adalah jaringan besar, yang sangat terstruktur rapi. Dimana tempat pengambilan dan tujuan barang barang tidak saling mengenal.

“Atas perbuatannya kedua orang pelaku diancam dengan pasal 112 ayat (2) dan pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana hukuman mati atau seumur hidup,” ungkap Herman.

Plt Bupati Polman Amujib mengakui bahwa Polman merupakan daerah yang rawan narkoba. Pasalnya polman menjadi jalur perlintasan dan Trans Sulawesi. Meski demikian pihaknya tetap akan melakukan berbagai cara untuk memerangi peredaran narkoba.

“Kami selalui menyampaikan imbaun kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba dan melaporkan ke pihak berwajib jika ada yang mengetahui ada transaksi narkoba. Solusi lainnya juga dengan pendekatan agama,” tandasnya. (hab/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *