Akhiri Tree Ends, DP3AP2KB Sulbar Bentuk PUSPA Polman

  • Whatsapp
Akhiri Tree Ends, DP3AP2KB Sulbar Bentuk PUSPA Polman

sulbarexpress.co.id, POLEWALI – Upaya pemenuhan hak, kesejahteraan anak dan perempuan, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Sulbar membentuk forum Pusat Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Polman.

Kabid PPA dan KB DP3AP2KB Sulbar Shadri Nuranti menyampaikan fasilitasi pembentukan forum PUSPA merupakan tindak lanjut kegiatan ditingkat provinsi yang telah dibentuk dan telah dikukuhkan oleh menteri PPA Yohana Yambise.

Bacaan Lainnya

“Menteri berbesan agar pembentukan Forum PUSPA ditindaklanjuti dengan pembentukan ditingkat kabupaten,” terangnya.

Ia juga menyampaikan, jika Polman merupakan kabupaten dengan tingkat kekerasan anak dan perempuan yang tinggi. Kesenjangan tersebut terjadi dikarenakan faktor ekonomi yang rendah sementara sumberdaya di Polman sangat besar.

Pembentukan PUSPA bertujuan untuk mengakhiri three ends yakni akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, human trafficking (akhiri perdagangan manusia), akhiri kesenjangan ekonomi terhadap perempuan. Kepala Bidang Fartisifasi media Kemen PPA Supriadi menyampaikan, PUSPA merupakan upaya pemenuhan kesejahteraan perempuan dan anak.

“Upaya untuk mempercepat pemenuhan kesejahteraan Perempuan dan anak melalui PUSPA lembaga masyarakat, akademisi, pelaku usaha, advokat, tokoh agama dan pemerintah membahas terkait apa-apa yang dilakukan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak dimana dari berbagai lembaga masyarakat yang hadir solusi persoalan dan pemenuhan hak anak,” kata Supriadi.

Selain bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Supriadi juga menjelaskan PUSPA juga merupakan forum yang menjembatani masyarakat dengan pemerintah agar masyarakat benar-benar mendapatkan haknya sebagai warga negara mulai dari hak perlindungan saat masih dikandung, pencatatan sebagai warga negara sehingga perlu sinergitas peran serta LM agar pemenuhan kesejahteraan perempuan dan anak terpenuhi.

Termasuk memastikan agar para tenaga kerja mendapatkan pelatihan kerja sesuai yang akan dikerjakan agar tidak menjadi korban trafiking dan kekerasan di dunia kerja.

Pembentukan PUSPA ini dihadiri berbagai unsur terdiri dari akademisi, lembaga masyarakat, tokoh agama, instansi pemerintah, media, dan lembaga advokasi hukum. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh wakil Bupati Polman M Natsir Rahmat. Ia berharap pembentukan PUSPA dapat mengakhiri tree ends di Polewali Mandar.

Ketua Forum PUSPA Sulbar Muh Jayadi menyampaikan pembentukan PUSPA ditingkat provinsi dan tindak lanjutnya membentuk PUSPA tingkat Kabupaten bahkan ke tingkat kecamatan.

“PUSPA merupakan sarana komunikasi dan sinergi dalam hal mengakhiri 3ends, memberikan masukan kepada pemerintah dan menjembatani kepentingan masyarakat serta turut mendukung akses pendidikan perempuan dan anak,” urainya.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yakni 7 hingga 8 Agustus yang dilaksanakan di aula hotel Lilianto. Pada hari pertama dibuka Wabup Polman sekaligus pembentukan forum PUSPA yang akan diusulkan ke kementerian. (ali/sol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *